2012

Abah H.M Okri Kasepuhan Cisitu Terima Penghargaan Presiden RI

Jakarta, 18 Oktober 2012. Pemangku Adat Kasepuhan Cisitu, Abah H.M OKRI, Jum’at Tgl 14 Oktober 2012 Menerima Penghargaan, “ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA,” dalam bidang Ketahanan Pangan Tingkat Nasioanal yang ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor: 5993/ Kpts/ KP.450/ 11/ 2012 Tanggal 30 November 2012 lalu. Menyusul penyerahan piagam penghargaan dari Menteri Pertanian RI yang  di serahkan langsung oleh Menteri Pertanian RI di Hotel Redtop Jakarta tersebut pada hari yang sama pukul

Peresmian Balai Adat Afnawi Noeh

Hari ini tanggal 12-12-2012, tak kurang dari 800-an orang, yang terbagi dari pemangku-pemangku adat, ketua-ketua kampong,  pemuda adat, perempuan adat serta warga masyarakat adat Rakyat Penunggu dari kampong-kampong yang tersebar di Kota Medan, Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Sidikalang dan Pakpak Bharat berduyun-duyun datang memadati wilayah adat Rakyat Penunggu Kampong Tanjung Mulia untuk berkumpul dan menyaksikan kedatangan Ketua Umum BPRPI, Ketua BPH AMAN Sumut, Plt Gubernur Sumatera Utara, KOMNAS HAM

Komnas HAM Datang ke Tanah Adat Rakyat Penunggu

Gelora, Medan – Sejumlah permasalahan menyangkut pertanahan yang bersinggungan langsung dengan Hak Asasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, Kabupaten Langkat dan Deli Serdang terus – menerus menimbulkan jumlah korban, seperti yang saat ini dialami oleh Rakyat Penunggu diwilayah adatnya yang tak kunjung selesai dari tahun 1953 hingga sekarang, karna kepentingan politik. Malam ini Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PW AMAN) Sumatera Utara, Pengurus Besar Badan

Aspirasi Kesetaraan Gender Dalam Konsultasi Draft RUU PPHMA

Bogor, 7-8 Desember 2012. Rekomendasi Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (Perempuan AMAN) dari Tobelo, menyoal kesetaraan gender, hak-hak perempuan, ternyata sunyi tak bergaung. Dalam draft RUU PPHMA, versi Baleg DPR maupun draft usulan AMAN belum menyerap aspirasi perempuan adat. Sadar bahwa aspirasi perempuan adat belum sepenuhnya diserap rancangan undang undang tersebut, membuat peserta bersemangat, tertantang untuk saling uji argumentasi saat membahas pasal-pasal bermasalah yang mereka anggap perlu penegasan. Peserta dari aktivis

Audiensi Pengurus AMAN Pusat dan Wilayah dengan Gubernur Kalimantan Tengah.

Palangkaraya, Sabtu, 8 Desember 2012. “Saya menyambut penyelenggaraan RAKERNAS AMAN 2012 di Kalimantan Tengah dengan es i a pe, siap !,” demikian pernyataan Gubernur Kalimantan Tengah, Teras Narang pagi itu di ruang VIP Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, saat bertemu dengan Dewan AMAN Nasional (DAMANNAS), Sekjen AMAN dan Pengurus Wilayah (PW) AMAN Kalimantan Tengah. “Saya baru saja kembali dari Doha dan merasa sangat tersanjung dalam event tingkat internasional yang menampilkan masyarakat

Kabar dari DOHA QATAR

Surat pada kawan-kawan; saya tulis pagi ini dalam sebuah bus menuju tempat pertemuan UNFCCC Doha. Menuju tempat pertemuan. 3 Des 2012 Doha, Qatar. Dari dalam bus gratis yang disiapkan pemerintah, sejauh mata memandang diwarnai oleh jejeran pohon kurma di sepanjang pantai Doha. Beberapa taman terbuka untuk umum dengan berbagai model, mulai dari sekedar dihiasi oleh pohon kurma, taman bunga warna warni, semboyan dwi bahasa yakni Inggeris dan Arab, kursi duduk

Konsultasi Nasional RUU PPHMA di Kalimantan Barat

RUU PPHMA Hilangkan Diskrimasi Terhadap Masyarakat Adat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) kembali melakukan dialog publik terkait Rancangan Undang-Undang Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat yang sedang digodok oleh Badan Legislatif DPR. Dialog tersebut berlangsung pada tanggal 3 Desember 2012 di Hotel Merpati, Pontianak, Kalimantan Barat. Dialog yang difasilitasi oleh Pengurus Wilayah (PW) AMAN Kalbar ini diikuti oleh 40-an orang peserta yaitu Pengurus Daerah, Dewan Daerah, Dewan Wilayah, Dewan Nasional