Juli 2013

Paperu People Will Sue PT Maluku Diving and Tourism

Indigenous Peoples of Negeri Paperu, Saparua, Central Maluku will sue PT Maluku Diving and Tourism. The company owned by Kurt Walter Gross, a Swiss, has grabbed ancestral ocean of and intimidated people of Negeri Paperu, said the Indigenous Peoples’ Alliance of the Archipelago (AMAN), Wednesday (31/7). This ancestral domain grabbing started in 2007, when PT Maluku Diving and Tourism initiated the development of Cape Paperu Resort and Spa. It got

Masyarakat Paperu Akan Adukan PT Maluku Diving and Tourism

Masyarakat Adat Negeri Paperu, Saparua, Maluku Tengah dinyatakan akan segera mengadukan PT Maluku Diving and Tourism ke pengadilan. Perusahaan pariwisata milik Kurt Walter Gross asal Swiss itu merampas wilayah laut adat dan mengintimidasi Masyarakat Adat Negeri Paperu, ungkap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rabu (31/7). Perampasan wilayah adat itu bermula pada 2007 ketika PT Maluku Diving and Tourism mulai melakukan pembangunan Cape Paperu Resort and Spa. Keadaan memburuk pada 2008.

Hutan Adat Tobelo Dalam dikuasai Taman Nasional dan Tambang

CATATAN PERJALANAN KE TOBELO DALAM oleh : Munadi Kilkoda (Ketua BPH AMAN Malut) Malam itu tepat tanggal 19 Juli 2012, sekitar pukul 23.00 Wit, saya beserta dua orang teman melakukan perjalanan bersama naik KM. Nur Abadi. Kapal yang melintasi laut Halmahera ini  menempuh perjalanan dari Tobelo menuju Buli, singgah di beberapa pelabuhan, salah satunya pelabuhan Patlean. Di pelabuhan ini kami turun mengganti transportasi lain menuju Desa Pumlanga dan Dusun Walaino.

Pelatihan pemetaan partisipatif di Pandumaan Sipituhuta

Mari Petakan Wilayah Adat Kita Pandumaan-Sipituhuta, 28 Juli 2013. Adanya putusan MK  NO.35/PUU-X/2012 dimana Hutan Adat Bukan Lagi Hutan Negara dan untuk menyikapi putusan tersebut Aliansi Masyarakat Adat Nusantara-Wilayah Tano Batak melakukan langkah cepat, pelaksanaan kegiatan sosialisasi antara lain, pemasangan plang dan pemetaan wilayah adat. Terkait dengan pemetan wilayah adat,  AMAN Tano Batak mengadakan pelatihan  pemetaan. Para peserta adalah utusan komunitas yaitu dari Komunitas Pandumaan-Sipituhuta, Komunitas Simarigung, Komunitas OP. Ronggur

Masyarakat Adat Talang Mamak Usir PT.Quest Geophysical Asia

Masuknya Eksplorasi migas PT Quest Geophysical Asia ke wilayah adat Talang Mamak  terjadi di beberapa lokasi antara lain Kebatinan Talang Perigi (Desa Talang Perigi), Kebatinan Talang Sei Limau (Desa Talang Sungai Limau) dan Kebatinan Talang Selantai (Desa Talang Selantai), serta wilayah  Kebatinan Talang Hampang Delapan. Pada sisi lain perjuangan masyarakat adat Talang Mamak makin kuat posisinya, karena Kebatinan Talang Hambang Delapan telah mempunyai peta tanah adat, profil dan aturan hukum

Komunitas Dayak Ngaju Tumbang Bahanei Petakan Wilayah Adat

Tempun petak menana sare Tempun kajang bisa puat Tempun uyah batawah belai (punya tanah tapi di pinggir punya atap tapi kebasahan punya garam tapi tawar rasa) Pesan di atas berkali-kali diucapkan oleh warga komunitas Dayak Ngaju, Tumbang Bahanei, saat sosialisasi pemetaan partisipatif. Mereka menyadari meningkatnya arus investasi perkebunan besar sawit, tambang dan HPH di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Gunung Mas dan hal itu merupakan ancaman pengabaian atas hak-hak bawaan mereka.

Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Maluku Utara Tahun 2013

Jakarta 22-Juli-2013. Perselisihan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Maluku Utara 2013 akhirnya diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi.  Gugatan pasangan Hein Namotemo-Abdul Malik Ibrahim No Urut 6 dari jalur independen diterima dengan nomor perkara 100/ PHPU.D-XI/2013.  Gelar perkara pertama dilangsungkan pada tanggal 22 Juli jam 13:30 penyampaikan gugatan tertulis kepada Hakim Mahkamah Konstitusi. Gugatan pasangan Hein Namotemo-Abdul Malik Ibrahim (Nomor 6) keberatan atas rekapitulasi yang disampaikan oleh Termohon  atau

Selamat Jalan Srikandi Pejuang Adat Karunsi'e Dongi

Perjuangan Ibu Werima selama Hidupnya Werima Mananta, tumbuh dan besar di lokasi pengungsian Provinsi Sulawesi Tengah, saat pergolakan DI/TII Kahar Mudzakkar pada tahun 60-an. Setelah sekian lama mengungsi, ibu Werima kembali ke kampong halamannya pada tahun 2002 dengan niat membangun kampong, tetapi yang ditemuinya   kampungnya (Dongi) sudah menjadi area Tambang Nikel oleh PT Inco ( pada saat itu) dan sekarang menjadi PT. VALE kampong tempat kelahiran ibu Werima sebahagian berubah