November 2013

AMAN Selenggarakan Konsultasi  Nasional II Mengenai Perubahan Iklim Terkait Reducing Emissions From Degradation and Deforestation (REDD+)

Kompleksitas Kebijakan Pemerintah Tentang Kehutanan dan Penerapan Strategi Nasional REDD+ Serta Implikasinya Terhadap Masyarakat Adat Jakarta 26 November 2013. Ketidak harmonisan perundang-undangan dapat terjadi, baik  secara horizontal (antar sektor) maupun vertikal (antara pemerintah pusat maupun  daerah). Untuk mengurai ketidak harmonisan tersebut serta untuk menggali masukan dari para ahli dan utusan pemerintah, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengadakan Konsultasi Nasional ke II pada tanggal 26 November 2013 di Hotel Grand Alia

Rilis Pers: Pemerintah Diminta Percepat Pembahasan RUU PPHMHA

Pemerintah diminta untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat (RUU PPHMHA). “Sudah sangat lama masyarakat adat mendesak pemerintah agar ada undang-undang yang khusus mengakui dan melindungi hak-hak masyarakat adat,” kata Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan di Jakarta, Rabu (27/11). Pernyataan itu disampaikan dalam acara Konsultasi Nasional RUU PPHMHA yang dihadiri oleh Tenaga Ahli Panitia Khusus (Pansus) RUU PPHMHA Pramaartha Pode,

Rilis Pers: Masyarakat Adat, Mitra Strategis Hadapi Perubahan Iklim

“Kebijakan pemerintah menempatkan masyarakat adat sebagai objek itu tidak benar,” tegas William Sabandar, Ketua Tim Khusus REDD+ di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dalam acara Konsultasi Nasional REDD+ di Jakarta, Selasa (26/11). William berpendapat, masyarakat adat adalah mitra strategis UKP4 karena berada di garda terdepan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Konsultasi nasional bertema Kompleksitas Kebijakan Pemerintah tentang Kehutanan dan Penerapan Strategi Nasional REDD+ serta Implikasinya

Budaya Mapas

Nyaki kuh tatap pai’ mu, akam icak muh panyakit kare bereng Nyaki kuh baun atoi muh, angat atoimu sarongin, tau malaksana dengan atoi barasih Nyaki kuh liko muh, nonga kakuatan utok Nyaki kuh balo muh, akam nagkalau pikiran je panik (Sebuah doa diucapkan Mantir Adat sembari menempelkan uang logam yang dilumuri darah ayam ke bagian tubuh mereka) Pagi di hari pertama pelatihan, enam piring diletakkan di atas tikar khusus yang

Ritual Buka Sasi Ikan Lompa : Kedaulatan Protein Negeri Haruku

Saat tiba di Bandara Patimura Ambon suasana pagi sangat cerah, tak lama kemudian saya  bergabung bersama teman-teman Pengurus Wilayah AMAN Maluku menuju Pulau Haruku mengikuti ritual adat ‘Buka sasi lompa’. Dari Kota Ambon kami menuju Pelabuhan Tulehu sekitar 45 menit setiba di  Tulehu rombongan mencarter speed boat menyeberang ke Pulau Haruku. Penyeberangan  memakan waktu sekitar 30 menit, namun jika pada saat musim angin timur waktu tempuhnya lebih lama, karena gelombang