September 2018

Tsunami, Relawan AMAN Siap Berangkat ke Palu

Jakarta (30/9), www.aman.or.id – Gempa dan tsunami terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9). Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) akibat gempa bermagnitudo 7,4 Skala Richter serta tsunami, sejauh ini terdapat 384 korban meninggal dunia. Bencana alam ini menyebabkan seluruh rakyat Indonesia berduka untuk kesekian kalinya. AMAN sebagai ormas Masyarakat Adat turut menyampaikan uluran tangan untuk mendukung keluarga korban dan secara umum masyarakat Donggala, Palu

Berita Foto : AMAN MENDAPAT ANUGERAH KEBUDAYAAN TAHUN 2018

Jakarta, www.aman.or.id-Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mendapat Anugerah Kebudayaan tahun 2018, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, untuk kategori Komunitas (Sekolah Adat). (26/9) Anugerah Kebudayaan merupakan bentuk penghargaan, sekaligus pengakuan atas perjuangan militan, kerja keras yang tidak kenal lelah jasmani dan rohani, serta ketekunan yang luar biasa dari kawan-kawan perintis dan penggerak pendidikan adat melalui 44 Sekolah Adat yang bernaung di bawah AMAN. Semoga penghargaan dan pengakuan ini bisa menambah

AMAN MENERIMA ANUGERAH KEBUDAYAAN TAHUN 2018

Jakarta, www.aman.or.id-Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menerima Anugerah Kebudayaan tahun 2018, untuk kategori komunitas (Sekolah Adat), dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta (26/9). Penghargaan diberikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy kepada Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi. Rukka Sombolinggi menyatakan bahwa anugerah ini sebagai pendorong semangat. “Ternyata apa kami kerjakan, meskipun jalannya kadang-kadang sunyi, sangat sepi, tidak banyak dukungan, tertapi ternyata bisa dianggap bermakna. Bagi kami itu sangat

Global Land Forum 2018: Atasi Ketimpangan, Sahkan RUU Masyarakat Adat

Jakarta (21/9), www.aman.or.id – Sejarah pembangunan negeri ini diwarnai dengan perampasan tanah, pemiskinan; Masyarakat Adat dipaksa meninggalkan tanah leluhurnya. Persoalan tanah ini menjadi sejarah kelam yang masih terus terjadi dan kita alami. Pendeknya, Masyarakat Adat tidak punya sejarah yang baik dengan pemerintah. Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi kata per kata menekankan pernyataannya di hadapan para wartawan dalam konferensi pers menuju Global Land Forum (GLF) 2018, Jumat (21/9) di Bakeol Koffie, Jakarta.

Ian dari Sulsel

www.aman.or.id – Sardi Razak atau yang dikenal dengan Ian merupakan salah satu pemimpin gerakan Masyarakat Adat di Indonesia. Ia salah satu delegasi AMAN yang ikut ke San Francisco, Amerika Serikat untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Aksi Iklim Global (Global Climate Action Summit), 12-14/9/2018. Bergabung dalam gerakan Masyarakat Adat sejak 2009 dan memulai kerja sebagai relawan, ia langsung “angkat gas”. Dua tahun kemudian, ia menjadi Ketua BPH AMAN Sulsel. Sebagai Ketua

Guiding Principles for Collaboration and Partnership Between Subnational Governments, Indigenous Peoples and Local Communities

www.aman.or.id – In 2014, Governors from the member states and provinces of the Governors’ Climate and Forests Task Force (GCF Task Force) adopted the landmark Rio Branco Declaration (RBD) at the GCF Task Force Annual Meeting in Rio Branco, Brazil. The RBD commits GCF Task Force members to reducing deforestation and promoting sustainable, low-emissions economic development across state and provincial jurisdictions while forging partnerships and sharing benefits with indigenous peoples

Prinsip-prinsip Kolaborasi Gubernur dan Negara Anggota GCF dengan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal

  www.aman.or.id – Pada 2014, para Gubernur dari negara dan provinsi anggota Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan (Governors’ Climate and Forests Task Force/GCF Task Force) mengadopsi Deklarasi Rio Branco (Rio Branco Declaration/RDB) pada Pertemuan Tahunan GCF Task Force di Rio Branco, Brasil.  Melalui RBD, GCF Task Force berkomitmen untuk mengurangi deforestasi dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan dan rendah emisi di seluruh yurisdiksi negara bagian dan provinsi sembari menjalin

AMAN Secretary General's Closing Speech at Global Climate Action Summit

Good afternoon, I would like to begin by acknowledging the Ohlone and Coast Miwak Peoples on whose ancestral lands we now gather. Indigenous peoples and governments don’t have a great history. But we are rewriting history so that we have a bright future together. It hasn’t always been easy, but earlier this week, we took a big step forward. On Monday, a global coalition of indigenous peoples, local communities, and subnational governments