2019

UU Masyarakat Adat: Payung Utama Perlindungan Pengetahuan Tradisional

Jogjakarta, www.aman.or.id – Pengetahuan tradisional menjadi kunci dibalik stok karbon yang masih dunia punya. Data riset 2018 mengatakan kalau stok karbon sebanyak 36% dari semua karbon yang ada di dunia berada di wilayah adat. Angka fantastis ini dengan mudah memberitahukan bahwa Masyarakat Adat adalah solusi utama bagi perubahan iklim dan karena itu memperpanjang usia umat manusia di atas bumi. Ternyata rahasianya sederhana dan penjelasannya juga sangat mudah yaitu pengetahuan tradisional.

Melawan Imperialisme Budaya, Memperkokoh Identitas Masyarakat Adat

Jakarta, www.aman.or.id – Di hari kedua acara Idea Fest 2019, yang merupakan ajang pertemuan dunia kreatif lintas bidang yang dihadiri ribuan generasi milenial lintas profesi, digelar diskusi bertajuk, “Meet My Brothers & Sisters, The Pride of the East,“ hadir sebagai narasumber Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi, Chef jungle of Papua Charles Toto dan Penyanyi Papua jebolan Indonesian Idol tahun 2004 Michael Jakarimilena, di Jakarta Covention Center (05/10). Diskusi ini menjadi sumber

Gempa Maluku, Masyarakat Adat Mengungsi ke Hutan

Jakarta, www.aman.or.id – Sebanyak 1.600 warga komunitas adat Tiga Batang Aer, Desa Honitetu, Kabupaten Seram Bagian Barat hingga Sabtu (28/9/2019) masih terus bertahan di perbukitan desa mereka pasca gempa bermagnitudo 6,8 skala richter mengguncang wilayah tersebut. “Gempa susulan terus terjadi, kami semua tidak berani pulang ke rumah. Cari tempat tinggi supaya aman,” ungkap Tony, warga komunitas adat Tiga Batang Aer. Gelombang pengungsian masih terus berlangsung. Banyak pengungsi yang kini mulai

Pernyataan Sikap Koalisi Masyarakat Sipil

Jakarta, 1 Oktober 2019 Setiap masa transisi politik merupakan masa paling krusial dalam menentukan terlindungi atau terancamnya hak-hak rakyat. Pengalaman sebelumnya, pada masa injury time (detik-detik akhir), telah melahirkan UU 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU No 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, yang kemudian diubah menjadi UU No. 39 Tahun 2014. UU ini berdampak terhadap ruang hidup rakyat dan lingkungan hidup. Sejak reformasi 1998, sudah menjadi pola yang dilakukan Pemerintah

Berita Foto : Kehilangan Hutan Berarti Kehilangan Segalanya

Jakarta, www.aman.or.id- Sekitar 14 juta hektar lahan di Indonesia dialokasikan untuk perkebunan kelapa sawit. Minyak sawit digunakan sebagai bahan dasar berbagai produk kelontong dab biofuel, sebagian besar konflik lahan yang tercatat di Indonesia akibat dari perkebunan sawit. Hal ini terungkap dalam laporan hasil penelitian dari Juliana Nnoko-Mewanu, peneliti bidang perempuan dan lahan , Divisi Hak Perempuan dari Human Rights Watch, “Kehilangan  Hutan Berarti Kehilangan Segalanya,” yang dipublikasikan bersama AMAN di