Maret 2019

Peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara ke-20,                                       Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah Lakukan Aksi Gerakan Pemulihan Sumber Mata Air

  Banten, www.aman.or.id – Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara, di Hulu Sungai Cipicung DAS (Daerah Aliran Sungai) Cipicung, Desa Darmasari Kecamatan. Bayah, Lebak, Banten, Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah melakukan kegiatan penanaman kembali pohon sebagai upaya pemulihan dan normalisasi Sumber Mata air Cipicung dibantu oleh Jaringan Masyarakat Peduli Bayah (JMPB), Kelompok Pemuda, dan Aparat Desa. (17/03) Kondisi Sumber Mata Air tersebut saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Sesuai dengan amanat Keppres RI no.

Kongres Masyarakat Adat Nusantara I;                 Gugatan Masyarakat Adat Nusantara untuk Negara Indonesia

Jakarta, www.aman.or.id-Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) I merupakan titik balik perjuangan gerakan Masyarakat Adat Nusantara. Kesempatan ini langsung dimanfaatkan Masyarakat Adat setahun setelah tumbangnya rezim otoriter Presiden Soeharto. Era reformasi menjadi pintu pembuka periode demokrasi di Indonesia. Selama tanggal 5 sampai 22 Maret 1999, Masyarakat Adat Nusantara menggelar pertemuan yang dikenal sebagai KMAN. Kongres I tersebut diikuti 123 orang perwakilan Masyarakat Adat dari seluruh nusantara. Kongres ini kelak mencatat sejarah bagi gerakan

17 Maret, Titik Kebangkitan Perjuangan             Masyarakat Adat Nusantara

  Jakarta, www.aman.or.id – Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) jatuh pada 17 Maret bertepatan dengan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) I 1999 di Jakarta. Saat itu, para perwakilan Masyarakat Adat yang senasib sepenanggungan berkumpul dari seluruh nusantara, dari Papua hingga Aceh. “Hal yang terpenting dari pertemuan itu, setiap peserta mendapat kesempatan banyak untuk saling berbagi pengalaman tentang pelanggaran hak asasi manusia, kolonisasi dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah. Peristiwa

Ancaman Kemajuan Pariwisata Bagi Nilai Budaya Masyarakat Adat Osing Banyuwangi

Banyuwangi, www.aman.or.id-Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara yang ke-20, PD AMAN Osing Banyuwangi menggelar diskusi dengan sejumlah anggota komunitas adat dan pemerhati budaya Banyuwangi pada hari Minggu (17/3) di Desa Adat Kemiren, Banyuwangi. Diskusi tersebut mengangkat isu yang beberapa tahun terakhir menjadi salah satu masalah Masyarakat Adat Osing, salah satunya yakni peran Masyarakat Adat ditengah pesatnya perkembangnya pariwisata di Banyuwangi. Agus Hermawan, Ketua BPH PD AMAN Osing mengatakan, keberadaan program pemerintah daerah

Pidato Sekretaris Jenderal AMAN -                                        Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara,  17 Maret 2019

  “Meneguhkan Tekad, Memperkuat Akar, Mengedepankan Solusi”  Hidup Masyarakat Adat! Masyarakat Adat Bangkit Bersatu! Berdaulat! Bangkit Bersatu! Mandiri! Bangkit Bersatu! Bermartabat! Pertama-tama, ijinkan saya menyampaikan hormat kepada semesta, para leluhur Masyarakat Adat, dan puji syukur kepada Yang Maha Kuasa Pencipta Alam Semesta untuk kebahagiaan kita pada hari yang sangat bersejarah ini. Bapak, ibu, saudara-saudaraku, pimpinan dan anggota Dewan AMAN Nasional dari 7 region yang saya hormati, seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus