Maret 2019

Caleg AMAN: Pendeta Kristen, Tapi Caleg Partai Berlambang Ka’bah

Entah yang keberapa pemandangan langka seperti itu ada di negeri ini. Saya beruntung bertemu dengannya dan kemudian berbincang, Kamis pagi (24/1/2019) itu di Hotel Ibis, Wahid Hasyim Jakarta. Namanya Haroly Chundrat Darakay, S.Si. Dari nama akhirnya, saya menduga ia berasal dari Maluku. Tahun lalu saya bertemu seorang perempuan dari provinsi yang sama, nama belakangnya sama: Erlina Darakay. Erlina Darakay adalah anggota Dewan Pemuda Adat Nusantara (DePAN) Barisan Pemuda Adat Nusantara/BPAN

Riungan Gede Kesatuan Adat Banten Kidul:  Peta Wilayah Adat Alat Perjuangan Pengakuan Keberadaan Masyarakat Adat  Kasepuhan Banten Kidul

Banten, www.aman.or-Pembukaan Riungan Gede Kesatuan Banten Kidul (Sabaki) ke-11 telah dimulai setelah semalam pembukaan resmi oleh ketua Sabaki, Sukanta di buka di depan 1500-an peserta yang datang dari 522 komunitas adat yang datang ke wilayah Kasepuhan Citorek, berlangsung 1-3 maret 2019. Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul adalah kelompok masyarakat adat Sunda yang tinggal di Pegunungan Sanggabuana. Saat ini pemerintah menyebutnya Taman Nasional Gunung Halimun Salak wilayah yang paling banyak dihuni oleh masyarakat adat

Riungan Gede Kesatuan Adat Banten Kidul:  Peta Wilayah Adat Alat Perjuangan Pengakuan Keberadaan Masyarakat Adat  Kasepuhan Banten Kidul

Banten, www.aman.or-Pembukaan Riungan Gede Kesatuan Banten Kidul (Sabaki) ke-11 telah dimulai setelah semalam pembukaan resmi oleh ketua Sabaki, Sukanta di buka di depan 1500-an peserta yang datang dari 522 komunitas adat yang datang ke wilayah Kasepuhan Citorek, berlangsung 1-3 maret 2019. Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul adalah kelompok masyarakat adat Sunda yang tinggal di Pegunungan Sanggabuana. Saat ini pemerintah menyebutnya Taman Nasional Gunung Halimun Salak wilayah yang paling banyak dihuni oleh masyarakat adat

Berita Foto : Peringatan Hari Perempuan Internasional 2019 PEREMPUAN AMAN Serukan Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Jakarta, www.aman.or.id-Peringatan Hari Perempuan Internasional yang dirayakan setiap tanggal 8 Maret, diisi dengan aksi berjalan kaki oleh sekitar 2000 massa, yang bergabung dalam Gerakan Bersama Perempuan Tuntut Ruang Hidup Demokratis, Sejahtera, Setara, dan Bebas Kekerasan yang berasal dari 65 organisasi kemasyarakatan. Para peserta demonstrasi mengawali aksi dengan berjalan kaki sejak pukul 12.00 – 15.00 WIB, mulai dari dari Patung Kuda hingga Taman Aspirasi, di depan Istana Kepresidenan. Dalam aksi ini,

Peringatan Hari Perempuan Internasional 2019 PEREMPUAN AMAN Serukan  Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Jakarta, www.aman.or.id- Hari ini, sekitar 2000-an massa yang berasal dari 65 organisasi memperingati Hari Perempuan Internasional setiap tanggal 8 Maret. Mereka bergabung dalam Gerakan Bersama Perempuan Tuntut Ruang Hidup Demokratis, Sejahtera, Setara, dan Bebas Kekerasan. Peringatan ini diawali dengan aksi berjalan kaki sejak pukul 12.00-15.00 wib, mulai dari  dari Patung Kuda hingga Taman Aspirasi, yang berada di depan Istana Kepresidenan di Jakarta. Lini Zurlia selaku juru bicara peringatan Hari Perempuan Internasional 2019, menjelaskan tujuan peringatan