Mei 2019

Pengakuan Hutan Adat Mendongkrak Akses Masyarakat Adat ke Pendidikan

Jakarta (13/5/2019), www.aman.or.id – Masyarakat Adat Kasepuhan Karang merupakan salah satu contoh kasus di mana dampak pengklaiman hutan adat turut menekan statistik anak bersekolah negara. Jadi, selain mengkriminalisasi warga adat, kebijakan Kehutanan turut berdampak pada minimnya anak-anak adat yang mengakses pendidikan negara. Ketua BPH AMAN Daerah Banten Kidul, Jaro Wahid mengatakan kalau saat ini jumlah ana bersekolah meningkat drastis. “Di angka pendidikan 150% naik. Kenapa 150% naik? Yang dulu sebelum

Tekad Masyarakat Adat Klaben Papua Barat Mempertahankan Wilayah Adat

Sorong, www.aman.or.id-Pengurus Daerah AMAN Sorong Malamoi, Papua Barat mengelar pemutaran enam film yang yang berjudul, Perampasan Lahan, Taktik Perusahan datang menipu Masyarakat Adat, Perjuangan perempuan-pempuan Misak di Tanzania Afrika, Hak Atas Tanah, Rencana Kehidupan dan Pemuda Kembali Kekampung Mengurus Wilayah Adat. (08/05) Acara ini dihadiri oleh lebih dari lima puluh orang yang terdiri dari para tetua adat, perempuan adat, pemuda adat dan anak-anak usia lima sampai sepuluh tahun, dari empat kampung di wilayah

Pabrik Semen Yang Merusak Lingkungan, Masyarakat Adat Yang Merawat Lingkungan

Bayah, www.aman.or.id-Sejak tanggal 2 Desember 2015, PT. Cemindo Gemilang mulai beroperasi di wilayah Bayah, Kabupaten Lebak Banten. Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2011 merupakan produsen semen dengan merek dagang Semen Merah Putih, memiliki enam pabrik di Indonesia yang tersebar di wilayah Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara dan Bengkulu. PT. Cemindo Gemilang, merupakan perusahaan patungan antara Gama Grup dengan perusahaan Singapura WH Investment yang berada di dua desa,

Utusan politik Masyarakat Adat Paraingu Umalulu Menangkan Satu Kursi DPRD Kabupaten Sumba timur-NTT

Sumba Timur, www.aman.or.id-Rapat Pleno hasil rekapitulasi perhitungan suara tingkat kecamatan 5 Dapil III Sumba Timur, Tomi Umbu Pura caleg Partai Nasdem No.5 mendapatkan perolehan suara tertinggi yaitu 1555, dari total perolehan suara Dapil III sebanyak 3569. (26/04) Tomi Umbu Pura, lahir di Melolo 10 januari 1979, merupakan utusan politik Masyarakat Adat yang berlaga dalam kontestasi  pemilihan calon legislatif tingkat Kabupaten Sumba Timur periode 2019 – 2024. Sejak bulan juni 2017, Tomi berjuang bersama Masyarakat Adat

Perekonomian Meningkat

Jakarta (13/5/2019), www.aman.or.id – Masyarakat Adat Kasepuhan Karang bangkit dari keterpurukan. Pasca-penetapan hutan adat, mereka langsung bermusyawarah guna memanfaatkan hak-hak mereka untuk bertani atau memanfaatkan sumber potensi ekonomi yang mereka punya. Kebebasan mereka bertani berimbas kepada peningkatan ekonomi. Imbas ini diakibatkan pengelolaan potensi ekonomi di semua wilayah adatnya. Jika sebelum 2016 mereka bertani sembunyi-sembunyi, kini mereka mengoptimalkan lahan-lahan kosong untuk diolah. “Nah pada 2018 kemarin, kami mencoba menghitung, menghitung dari