Agustus 2019

PERNYATAAN SIKAP ALIANSI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA (AMAN) TERKAIT PENGEPUNGAN DAN PENYERANGAN MAHASISWA PAPUA DI SURABAYA

Jakarta, www.aman.or.id – AMAN mengutuk keras pengepungan dan penyerangan oleh sekelompok anggota organisasi masyarakat (ormas) dan aparat negara (polisi dan tentara) terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya pada Jumat malam (16/8). Pengepungan tersebut disertai tindakan kekerasan dan makian bernada rasis. Secara khusus kami mengutuk aparat negara yang justru terlibat dalam aksi tersebut dan tidak melaksanakan tanggung jawab sebagaimana seharusnya aparat negara yang wajib mencegah potensi perpecahan. Kekerasan terhadap mahasiswa Papua di

Workshop Kampanye Media Sosial Pemuda Adat dalam Rangka Menyebarluaskan Isu-isu Masyarakat Adat

Jakarta (14/8/2019), www.aman.or.id – Dalam peringatan 20 Tahun AMAN dan Hari Internasional Masyarakat Adat (HIMAS) 2019, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) dan Weaving Ties (ALDEA Foundation – Ekuador) menyelenggarakan sebuah workshop bertema Jaringan Komunikasi Masyarakat Adat dan Teknologi Terkini, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 10-11 Agustus 2019. Kegiatan ini berupaya untuk mempelajari teknologi yang sedang berkembang sebagai alat untuk mengkampanyekan persoalan-persoalan masyarakat adat yang ada di seluruh Indonesia. Selain

Pernyataan Sikap:  Bahaya Liberalisasi Pasar Tanah, Tolak Rancangan Undang-Undang Pertanahan

Jakarta, 13 Agustus 2019, www.aman.or.id – Pembahasan Rancangan Undang-Undang Pertanahan (RUUP), yang menyangkut hajat hidup orang banyak saat ini sedang dibahas oleh DPR RI bersama pemerintah. Tanpa mempertimbangan kualitas RUUP dan situasi agraria saat ini, pembuat undang-undang (DPR dan Pemerintah) bersikukuh mengesahkan RUUP pada September nanti. Sementara itu, Indonesia tengah mengalami 5 (lima) pokok krisis agraria, yakni: (1) Ketimpangan struktur agraria yang tajam; (2) Maraknya konflik agraria struktural; (3) Kerusakan

20 Tahun AMAN: Hari Terakhir yang Ramai

Jakarta, www.aman.or.id – Minggu (11/8/2019) pagi hingga siang arena peringatan 20 Tahun AMAN/Hari Masyarakat Sedunia (HIMAS) 2019  di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, tampak sepi, karena perayaan Hari Raya Idul Adha. Tapi selepas siang, tampak mulai ramai, lebih meriah dari dua hari sebelumnya. Selain peserta dari komunitas-komunitas masyarakat adat yang tetap mengenakan busana dan atribut adat, banyak pengunjung yang datang menyaksikan dan membeli produk-produk masyarakat adat yang dipamerkan, melihat pameran foto,

20 Tahun AMAN: Om Eli, Pejuang Masyarakat Adat dan Lingkungan dari Haruku

Jakarta (11/9/2019), www.aman.or.id – Pejuang masyarakat adat bukan hanya tokoh yang memperjuangkan wilayah adat, tapi juga yang menjaga lingkungan dan kearifan adat agar tak direbut pihak lain. Itu sesungguhnya lebih sulit. Dan Eliza Kissya salah satu contoh dari sosok yang sulit itu. Eliza Kissya atau biasa dipaggil Om Eli, adalah Kewang atau Pemangku Loka (kepala adat) masyarakat adat Haruku, di Pulau Haruku, Maluku. Om Eli sudah 40 tahun memangku jabatan