Bencana Sulteng

Membangun Sistem Tanggap Darurat Berkelanjutan

Palu (2/11), www.aman.or.id – Memastikan logistik dalam arti tidak kelaparan hingga adanya hunian sementara (huntara) menjadi fokus rencana tindak lanjut partisipasi Tim Tanggap Darurat AMAN dalam membantu dan melayani anggota-anggota AMAN terkena dampak gempa Palu – Donggala – Sigi. Demikian disampaikan Koordinator Tim Tanggap Darurat AMAN Annas Radin Syarif di Rumah AMAN Sulteng, Jl. Banteng no 17, Palu, hari ini. Penanganan bencana yang terjadi di Sulteng, katanya, harus terus menunjukkan

Telat 18 Menit, Tim Tanggap Darurat AMAN Sempat Tertahan Pulang

Jakarta (25/10), www.aman.or.id – Sampai saat ini Tim Tanggap Darurat AMAN terus menyalurkan bantuan logistik ke komunitas-komunitas AMAN. Hari ini, Tim Tanggap Darurat AMAN, yaitu saya, Ketua BPH AMAN Sulteng Asran Daeng Patompo, Ketua PW BPAN Parigi Moutong Samsudin, Daud Diman dan Julius mengantar logistik di lima komunitas yakni Sidole Timur, Toraranga, Silangga, Binangga, dan Siniu di Kab. Parigi Moutong. Kami menyalurkan bantuan logistik berupa kopi, sabun, minyak kelapa, garam,

Komunitas Adat Salua Menerima Ember Pemurni Air

Jakarta (23/10), www.aman.or.id – Tim Tanggap Darurat AMAN menyerahkan sebuah ember pemurni air kepada Masyarakat Adat Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi yang kekurangan air bersih akibat banjir bandang Minggu (21/10/2018). Ember tersebut akan ditaruh di dapur umum agar semua warga dapat menikmati air bersih. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Desa Salua Akbar A. Liwesigi. Ember pemurni air merupakan salah satu peralatan teknologi yang sangat bermanfaat di situasi darurat seperti

Tiba di Palu, Sekjen AMAN Langsung Disambut Komunitas AMAN Terdampak Gempa-Tsunami Sulteng

Jakarta (17/10), www.aman.or.id – Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi pagi tadi mendarat dengan selamat di Palu. Ia disambut seluruh tim relawan AMAN. Kehadiran Sekjen AMAN periode 2017-2022 itu bagi tim relawan, BPH AMAN Sulteng, para BPH PD AMAN dan komunitas AMAN se-Sulteng dinilai membawa hawa yang sejuk dan terang. “Dengan kehadiran sekjen, kami merasa terharu,” ujar Rukmini Toheke. Rukmini juga mengatakan bahwa Masyarakat Adat Namo, Bolapapu dan Lonca menyambut baik

Kepala Desa Ini Berjuang Mencari Bantuan untuk Warganya

Jakarta (16/10), www.aman.or.id – Toni Pangke, Kepala Desa Lonca, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi merupakan satu di antara korban gempa 7,4 SR di Sulteng pada 28 September lalu. Selain melihat dirinya yang menjadi korban, dia juga harus memikirkan nasib warganya yang juga sama-sama menjadi korban. Rumah warganya di Lonca termasuk rumahnya sendiri hancur akibat gempa tersebut. Dampaknya tidak hanya rumah-rumah yang rubuh. Jalanan pun rusak bahkan ada yang tertimpa longsor, sehingga

Posko BPAN Mempawah Salurkan Perlengkapan Bayi untuk Sulawesi Tengah

Jakarta, www.aman.or.id, Sejak tanggal 8-13 Oktober lalu, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Mempawah  membuka posko untuk menyalurkan bantuan logistik keperluan bayi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (14/10). Yupenalis Ayub selaku koordinator posko di Kabupaten Mempawah menjelaskan sumbangan yang diantar masyarakat ke posko BPAN di Mempawah merupakan wujud kepedulian mereka terhadap bencana kemanusiaan di Sulawesi Tengah. “Sumber-sumber logistik berasal dari partisipasi karyawan PT.Peniti Sungai Purun (PSP), serta beberapa tokoh-tokoh yang membuka usaha di Kabupaten

Syahban: Komunitas Adat Sangat Membutuhkan Tenda

Jakarta (15/10), www.aman.or.id – Sampai saat ini AMAN telah menyalurkan logistik ke berbagai titik, misalnya posko relawan AMAN yang berada di Palu sudah menyalurkan ke komunitas-komunitas adat Kamalisi di Kabupaten Sigi dan Donggala, komunitas adat Kulawi dan sekitarnya dan komunitas adat Mamboro dan sekitarnya. Hal itu disampaikan koordinator relawan AMAN untuk posko Palu, Syahban melalui sambungan telepon kepada AMAN, hari inin(15/10). Menurutnya, bantuan logistik yang diterimanya di posko kebanyakan berupa

AMAN Salurkan Bantuan ke Komunitas Adat Kungguma

Jakarta (15/10), www.aman.or.id – Masyarakat Adat Kungguma merupakan salah satu komunitas AMAN terdampak gempa Palu. Komunitas yang terdiri dari 3 dusun dengan komposisi penduduk berjumlah 1571 jiwa dan 361 kepala kelaurga, berhenti beraktivitas seketika begitu gempa 7,4 SR mengguncang bumi Sulawesi Tengah. Menurut data AMAN, komunitas ini satu di antara komunitas lainnya yang kondisinya parah akibat gempa. Kungguma berada di Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Jarak tempuh kendaraan