Fitur

Semarak Tari Hetawang Hakangkalu di Tumbang Malahoi

Sejak pukul 08.00 pagi, terlihat pemandangan yang berbeda di lapangan Tumbang Malahoi, Desa Gunung Mas. Bapak-bapak dan ibu-ibu peserta Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ke III AMAN tengah bersolek dengan kostum khas dari daerah masing-masing. Pluralisme yang indah namun intim untuk menunjukan kebhinekaan dari masyarakat adat nusantara. Seusai sambutan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) AMAN ke III dari Bupati Gunung Mas, Dr Drs Hambid Bintih MM dan SEKJEN AMAN, Abdon Nababan. Pertunjukan

Sambutan Sekretaris Jenderal AMAN pada Perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara 2011 dan Peringatan 12 Tahun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)

“Dengan Bergotong-royong Kita Pelihara dan Kelola Kekayaan Titipan Leluhur Kita untuk Masyarakat Adat yang Mandiri secara Ekonomi” Saudara-Saudariku Masyarakat Adat Nusantara yang berbahagia Gotong-royong adalah kata yang semakin langka dan bahkan hampir punah dalam kehidupan keseharian kita sebagai Bangsa yang dibangun dari ratusan suku-bangsa yang berbudaya gotong-royong. Gotong-royong adalah dua kata yang dirangkai menjadi satu makna, yang walaupun di masing-masing bahasa suku-suku di Nusantara memiliki padanan kata dalam bahasa adat