Fitur

Diskusi Sengketa Wilayah Adat antara Kepulauan Aru dengan PB AMAN

Jakarta, 14 November 2013 — Delapan orang perwakilan Masyarakat Adat Kepulauan Aru mengunjungi Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) untuk melakukan diskusi dan meminta bantuan terkait sengketa wilayah di atas tanah adat mereka. Pertemuan ini disambut oleh Sekretaris Jenderal AMAN Abdon Nababan, Deputi I, dan Advokasi PB AMAN. Masyarakat Adat Kepulauan Aru melalui perwakilannya menceritakan secara singkat dan detail kronologis sengketa tanah yang terjadi di daerah mereka. Sengketa ini

RUU PPHMA Resmi Menjadi RUU Inisiatif DPR

Jakarta, 11 April 2013. Rancangan Undang-Undang Pengakuan dan Perlindungan Hukum Masyarakat Adat  (RUU PPHMA), hari ini (11/4) resmi menjadi RUU inisiatif DPR. RUU PPHMA merupakan salah satu hasil Rapat Paripurna DPR RI ke-20 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara II Paripurna, Lantai 3, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam Rapat Paripurna yang dihadiri 336 orang anggota dari berbagai fraksi itu berlangsung lancar, tanpa memakan waktu lama dan perdebatan sengit. Pendapat fraksi-fraksi

Semarak Tari Hetawang Hakangkalu di Tumbang Malahoi

Sejak pukul 08.00 pagi, terlihat pemandangan yang berbeda di lapangan Tumbang Malahoi, Desa Gunung Mas. Bapak-bapak dan ibu-ibu peserta Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ke III AMAN tengah bersolek dengan kostum khas dari daerah masing-masing. Pluralisme yang indah namun intim untuk menunjukan kebhinekaan dari masyarakat adat nusantara. Seusai sambutan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) AMAN ke III dari Bupati Gunung Mas, Dr Drs Hambid Bintih MM dan SEKJEN AMAN, Abdon Nababan. Pertunjukan

Sambutan Sekretaris Jenderal AMAN pada Perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara 2011 dan Peringatan 12 Tahun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)

“Dengan Bergotong-royong Kita Pelihara dan Kelola Kekayaan Titipan Leluhur Kita untuk Masyarakat Adat yang Mandiri secara Ekonomi” Saudara-Saudariku Masyarakat Adat Nusantara yang berbahagia Gotong-royong adalah kata yang semakin langka dan bahkan hampir punah dalam kehidupan keseharian kita sebagai Bangsa yang dibangun dari ratusan suku-bangsa yang berbudaya gotong-royong. Gotong-royong adalah dua kata yang dirangkai menjadi satu makna, yang walaupun di masing-masing bahasa suku-suku di Nusantara memiliki padanan kata dalam bahasa adat