Berkah Emas di Hutan Adat

INSIDEN itu masih segar di benak Yoyo Yohenda, 40 tahun. Meski sudah terjadi tiga tahun silam, girang serat alias Sekretaris Kasepuhan Cisitu masyarakat adat yang turun-temurun hidup di punggung Gunung Halimun, Kabupaten Lebak, Banten itu mengingatnya seperti baru kemarin. Ketika itu, pada akhir April 2009, tiga penambang tradisional di Kampung Pasir Laban, Kecamatan Cibeber, Lebak, terjebak longsor di dalam lubang galian tambang yang mereka buat sendiri. Berjam-jam warga berusaha membebaskan

Siaran Pers Sidang Lanjutan Judicial Review Undang-Undang Kehutanan (UUK)

Jakarta. Sidang lanjutan Judicial Review Undang-Undang Kehutanan (UUK) No 41 tahun 1999 dengan pemohon Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) kembali dilaksanakan hari Rabu (27/06/2012) pukul 14.00 Wib di Mahkamah Konstitusi. Pada sidang lanjutan kali ini, pemohon menghadirkan dua orang saksi korban yakni Kaharuddin T dari komunitas adat Punan Dulau dan Jaelani dari komunitas adat Orang Rimba. Sedangkan satu orang saksi ahli yang dihadirkan pemohon adalah Dr. Maruarar Siahaan. Dr. Maruarar

Pers Release Penandatangan MoU AMAN Kalbar dan BPN Kalbar

“MEWUJUDKAN PEMBAHARUAN AGRARIA MENUJU KEDAULATAN MASYARAKAT ADAT” Pontianak, 25 Juni 2012. Perjalanan panjang Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalimantan Barat untuk mewujudkan implementasi MoU antara AMAN – BPN RI yang ditandatangani di Sabang, Sulawesi Utara pada tanggal 18 September 2011, akhirnya dapat diwujudkan di Propinsi Kalimantan Barat antara Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalimantan Barat dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi Kalimantan Barat. Konsolidasi, komunikasi dan komitmen bersama untuk

Mama Aleta di Gunung Batu

MENGENAKAN celana pendek dan jaket abu-abu gombrong, Piter Oematan berdiri tegap di depan rumah adat di Kampung Nausus, Mollo Utara. Pada Senin siang itu dua pekan lalu guyuran hujan lebat baru reda. Aroma pohon kasuari dan rerumputan basah menyergap perkampungan. Mata Piter menatap tajam ke arah dua gunung batu marmer yang menjulang di sana. Ada kenangan pahit yang tersisa dari kedua gunung itu. Terletak di pedalaman Kabupaten Timor Tengah Selatan,

Sambutan Sekretaris Jenderal AMAN pada Perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara 2011 dan Peringatan 12 Tahun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)

“Dengan Bergotong-royong Kita Pelihara dan Kelola Kekayaan Titipan Leluhur Kita untuk Masyarakat Adat yang Mandiri secara Ekonomi” Saudara-Saudariku Masyarakat Adat Nusantara yang berbahagia Gotong-royong adalah kata yang semakin langka dan bahkan hampir punah dalam kehidupan keseharian kita sebagai Bangsa yang dibangun dari ratusan suku-bangsa yang berbudaya gotong-royong. Gotong-royong adalah dua kata yang dirangkai menjadi satu makna, yang walaupun di masing-masing bahasa suku-suku di Nusantara memiliki padanan kata dalam bahasa adat

Nota Kesepahaman AMAN

Kesepahaman Bersama AMAN dengan Sinar Harapan Jakarta, 31 Mei, 2013.  Aliansi Masyarakat Adat Nusantara menandatangani nota kesepahaman dengan media Sinar Harapan  di rumah AMAN, bilangan Tebet-Timur, Jakarta Selatan. Acara penandatanganan ini  dihadiri oleh bapak Abdon Nababan beserta staf Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara dan bersama Ketua, BPH Wilayah AMAN. Sementara mewakili Sinar Harapan hadir bapak Adi Seno, Ibu Mei dan Pak Victor. Sebelum menandatangani  MoU dengan pihak Sinar Harapan,