Berita

Masyarakat Suku Adat Talang Mamak, Sepakat Laksanakan Dawai Gedang

PEKANBARU, PEKANBARUEXPRESS.COM- Menyaksikan perselisihan hingga perpecahan yang sejak beberapa tahun terahir terus bergulir ditengah-tengah masyarakat suku dan perbatinan adat Talang Mamak, Kabupaten Indragiri Hulu. Rencanya pada 25 November 2012 mendatang, bertempat di rumah adat Batin Perigi. Masyarakat suku adat Talang Mamak akan melaksanakan dawai Gedang (Pernikahan besar-red) yang bertujuan, untuk kembali menyatuhkan 29 Kebatinan suku adat Talang Mamak. Demikian diungkapkan perwakilan masyarakat suku adat talang mamak, Batin Gundak, di kantor

Jeritan Hati Nurani

Oleh : TONGGAP SITANGGANG Di sumbangkan untuk ribuan rakyat yang melaksanakan pesta rakyat  peringatan hari tani Parlilitan – HUMBAHAS, Akhir September 2012 Disini kami telah berkumpul Kami yang disengsarakan Disini kami telah berhimpun Kami yang terpinggirkan Disini kami telah bersatu Kami yang diabaikan Karena mereka telah mengambil hak-hak EKOSOB kami secara paksa Kami akan merebutnya kembali Kami akan memperjuangkannya sekarang Supaya kami tetap MANDIRI Mandiri secara Ekonomi Bermartabat secara Budaya

Serentaun Kasepuhan Cisitu 2012

Kesatuan sesepuh adat Cisitu, Banten Kidul, telah melaksanakan “Upacara Adat Seren Taun” dan berlangsung dengan baik. Seren Taun digelar pada hari, rabu s/d senin tgl 27 s/d 01 Oktober, 2012, dilaksanakan di wilayah Kaolotan Cisitu. Acara ini dihadiri oleh para pejabat dari Kementrian Parawisata Ekonomi Kreatif, Asda III Propinsi Banten, Kepala Dinas Budpar Propinsi Banten, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Taman Nasional Seksi

Tuntutan Umat Kaharingan Terhadap Pengakuan Agama Kaharingan di Kalimantan Selatan

Siaran Pers Seperti diketahui Agama Kaharingan yang merupakan agama warisan nenek moyang suku dayak di Kalimantan belum pernah diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia bahkan ada dugaan agama tersebut tidak diberikan kebebasan untuk hidup dan berkembang sebagaimana mestinya. Hal ini kami merasa hak azasi untuk memeluk agama  tidak di hormati oleh pemerintah Indonesia  bahwa selama ini umat Kaharingan di Kalimantan Selatan selalu mendapat tekanan yang bersifat diskriminasi yang menyebabkan umat