Direktorat Urusan Ekonomi Masyarakat Janjikan Kerjasama Dengan AMAN

Berbagi Cerita dan Pengalaman Pemberdayaan Masyarakat Jakarta 17/12/ 2014 – Utusan PB AMAN yakni Mahir Takaka Staf Khusus Sekjen AMAN, Rina Agustine Manager Gerai Nusantara, Feri Nur Oktaviani Divisi pengadaan dan  Pengembangan Produk Masyarakat Adat serta Agung Fajar Manager Koperasi AMAN Mandiri, diundang Bpk. Aferi S. Fudhail, Direktur Pengembangan Unit Usaha Ekonomi Daerah, Kemendagri untuk berbagi cerita dan pengalaman. Pertemuan di Lt.3, Gedung C, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pasar Minggu Jakarta

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Temui Menteri Koperasi dan UKM

Kemenkop, AAG Ngurah Puspayoga –  proses legalitas Koperasi AMAN Mandiri (KAM) akan segera  diselesaikan  Jakarta 24 November 2014 – Pengurus Besar Alinasi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) diterima Bapak Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia) untuk melakukan audiensi. Pertemuan yang berlangsung di lantai 8, Kemenkop dan UKM berlangsung dari jam 10.30 sampai dengan jam 11.45 WIB. Pertemuan ini, menindaklajuti proses surat permohonan audiensi PB AMAN kepada

Pesaing Koperasi AMAN adalah Perusahaan Multinasional

AMAN, 10 September 2014. Siang ini (10/9), Rumah AMAN dikunjungi oleh staf Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Roni Indrawan. Kunjungan itu dalam rangka sosialisasi pemahaman tentang perkopeasian.   Pertemuan diawali oleh sambutan dari Staf Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjend) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Mahir Takaka. “Kami berharap kerjasama dengan pemerintah untuk mengembagkan ekonomi masyarakat adat melalui koperasi,” ujar Mahir, “Terkait dengan itulah kami sangat senang dengan

Tujuh warga pemilik hak ulayat menggugat PT. Bangun Kayu Irian

GUGATAN 7 MARGA PEMILIK HAK ULAYAT DI KAMPUNG BAGARAGA, WARDIK DAN TOKAS DISTRIK WAYER-MOSWAREN KABUPATEN SORONG SELATAN TERHADAP PT. BANGUN KAYU IRIAN Kami Masyarakat adat pemilik hak ulayat yang tinggal di kampung Bagaraga, Wardik, Tokas di wilayah Distrik Wayer dan Distrik Moswaren, yaitu Marga Saman, Marga Yaru Homer, Marga Homer, Marga Tigori, Marga Smur, Marga Fna, Marga Wato, adalah pemilik sah atas tanah adatyang berlokasi di Nawir dan sekitarnya yang