Politik

Peringatan 20 Tahun, Sekjen AMAN: Masyarakat Adat Harus Memperkuat Diri

Sumber foto: akun twitter Kementerian LHK Jakarta (9/8/2019), www.aman.or.id – Masyarakat adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari warga negara Indonesia. Keberadaan masyarakat adat di wilayah adatnya telah ada, jauh sebelum negara Indonesia diproklamirkan. Oleh karenanya, pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat harus dipenuhi oleh negara. Sampai saat ini, negara belum memberikan itikad baik terhadap masyarakat adat. Rancangan Undang Undang Masyarakat Adat yang didorong oleh AMAN sampai saat ini

Menteri LHK Siti Nurbaya: Hak Masyarakat Adat Perlu Harmonisasi dan Artikulasi yang Baik

Jakarta (9/8/2019), www.aman.or.id – Presiden Joko Widodo sayang dan berpihak kepada masyarakat adat. Tapi artikulasi selanjutnya oleh jajaran-jajaran pemerintah di bawahnya masih harus terus didorong. Selain itu, masih ada pemahaman dan persoalan konseptual mengenai hak masyarakat adat yang perlu diharmonisasikan dengan baik. Demikian pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya ketika memberi sambutan mewakili Presiden Joko Widodo dalam acara pembukaan Peringatan 20 Tahun AMAN yang jatuh bersamaan dengan

AMAN Kawal Pemilu 2019

Jakarta, www.aman.or.id – AMAN Apps adalah aplikasi sejenis Instagram yang dimiliki AMAN. Aplikasi ini diluncurkan pada 9 Agustus 2018 lalu. Namun selain untuk memposting foto atau video, aplikasi AMAN sehubungan dengan Pemilu 2019 akan berfungsi untuk memantau pemilu. https://www.youtube.com/watch?v=RSI6ctes7ac Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi ini. Untuk penggunaannya dalam memantau simak informasi berikut: H-1 menuju pencoblosan Pemilu 2019, Yuk Instal AMAN Apps! Tinggal 1 hari lagi menuju Pencoblosan Pemilu 2019. Aksi

Riungan Gede Kasepuhan: Menagih Janji, Memperluas Partisipasi

“Kasepuhan hadir jauh sebelum Indonesia merdeka, kita bahkan ikut mendirikan Republik ini” pungkas Mulyadi, utusan Kasepuhan Citorek Tengah. Mulyadi tampak geram. Perjuangan panjang menghadirkan negara ditengah Masyarakat Adat Kasepuhan cukup membuatnya jengah. Puluhan tahun mereka tak berdaulat atas wilayahnya. “Selama ini, masyarakat selalu was-was. Bahkan saat membawa hasil bumi harus sembunyi-sembunyi. Tak urung dimintai upeti oleh mantri hutan. Pernah pula dikriminalisasi oleh aparat” pungkasnya. Mulyadi adalah salah satu dari ribuan