• Home
  • Indigenous Peoples
    • Who are Indigenous Peoples?
    • Indigenous Peoples Movement
    • Indigenous Peoples Around the World
    • Problems Faced by Indigenous Peoples
  • Law
    • International Level
      • Indigenous Policies
    • National Level
    • Provincial Level
  • Publications
    • AMAN Books
    • AMAN Guides
    • Gaung AMAN Magazine
    • Laporan
    • Kalender
  • Partners
    • International Partners
    • National Partners
    • Partner Wilayah
    • Partner Daerah
  • News
  • KMAN IV

Related items

  • Indigenous Peoples Movement
  • Problems Facing Indigenous Peoples
  • Indigenous Peoples
  • Indigenous Peoples Around the World
  • Who are Indigenous Peoples?

Indigenous Peoples

E-mail Print PDF

Indonesia has the largest population of indigenous peoples in Southeast Asia and a high level of diversity of about 300 ethnic tribes.

AMAN, the Indigenous Peoples’ Alliance of the Archipelago, is the umbrella organisation which represents indigenous peoples in Indonesia.

Indonesia is the world's largest island country located in Southeast Asia, consisting of more than 18,000 islands. Around 6000 islands remain uninhabited. The main islands of Indonesia are Kalimantan, Papua, Sumatra, Sulawesi and Java.

The country has thousands of diverse customs and traditions practiced by thousands of cultures. Even the State Seal and the motto of Indonesia – Unity in Diversity – was derived with respect for the value of its unique cultural diversity.

However Indigenous Peoples in Indonesia, as in other countries, face a wide range of threats and discrimination, despite their wealth of traditional knowledge which they have practiced for generations to protect the environment for future generations.

In Indonesia this is related to environmental concerns, with indigenous peoples facing threats from oil palm plantations, pulp and paper, mining, national park expansion and REDD.

AMAN calls for:

  • Sovereignty
  • Dignity
  • Prosperity

For the Indigenous Peoples of the archipelago and a recognition of their rights by government and other actors.

 

Related News

  • Who are Indigenous Peoples?
  • Masyarakat Adat Sedunia
  • AMAN Programs
  • Menanti Solidaritas Pada Perjuangan Petani Seruyan
  • Governansi Hutan dan Hak-hak Masyarakat
  • Sambutan Sekretaris Jenderal AMAN pada Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia
  • KMAN IV
  • Komunitas Semende Marga Muara Sahung terancaman oleh perusahan perkebunan besar
  • Masyarakat Adat Harus Diakui
  • Masyarakat Adat Papua; Mencari Solusi dari Upaya Penyingkiran di Tanah Surga
  • Aliansi Masarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Tengah
  • AMAN Tana Luwu Merayakan Hari Masyarakat Adat Se-Dunia
  • Renungan AMAN Wilayah SULSEL di hari Masyarakat Adat Se-Dunia
  • Perlu Konsistensi Moratorium
  • PTPN II menyerang wilayah adat kampong Amplas dan Menteng
  • Demi Komodo, Pertambangan Dihentikan
  • Berlakukan Penundaan Izin Konversi Hutan SEKARANG JUGA
  • Solidaritas Ahmadiyah di Cikeusik
  • Ada Apa dengan Satgas REDD+
  • Sumpah Menjaga Kelestarian Alam
  • Hak Ulayat Suku Amungme Tidak Bisa Hanya Diklaim Milik Seorang
  • Konflik Agama Dapat Diselesaikan Secara Adat
  • Masyarakat Adat Belum Dapat Pengakuan Penuh
  • RI bisa jadi superpower panas bumi
  • Sengketa tanah Karang Bajo memanas
  • Konsultasi Publik RUU Masyarakat Adat
  • AMAN mendesak pemerintah daerah segera cegah kasus perambahan hutan
  • Sikap AMAN mengutuk teror bom di 68H
  • Masyarakat Adat Tolak Eksploitasi Tambang
  • PB AMAN merayakan HKMAN di Cikotok Banten
  • Gotong royong mengelola Titipan Leluhur
  • Pemerintah Diminta Keluarkan Payung Hukum Adat
  • Kenapa kita tak punya
  • Indigenous Rights Ignored, AMAN Reject REDD
  • We Still Alive and our custom is up To-Date following age
  • A thousand mass of Indigenous BPRPI rallies at the Regent and Parliament Office
  • Sikap AMAN Kalteng Mengenai REDD+ dan RTWP
  • Komunitas Adat Setarap, Malinau Kaltim Talkshow di Radio VHR
  • Masyarakat Adat Belum Pahami REDD+
  • Wajib Hormati Adat
  • Masyarakat Adat Cek Bocek tak boleh demonstrasi di konferensi tenurial
  • Pertambangan Internasional Ancam Kelestarian Lingkungan Suku Cek Bocek Sumbawa
  • Aksi Masyarakat Adat Cek Bocek di Konferensi Internasional Tenurial
  • Press Release PW AMAN Jambi terkait bentrokan Suku Anak Dalam
  • Tobelo Jadi Tuan Rumah Kongres Keempat AMAN
  • Kegiatan Hari Masyarakat Adat Se-dunia di Kalteng
  • Saatnya Pembangunan Berbasis Adat Diperluas
  • Permukiman di TNGHS Tak Akan Diusik
  • Anggota AMAN bertambah 555 komunitas adat
  • Kongres Masyarakat Adat Banyuwangi; Siap membentuk Pengurus AMAN
  • Berbagai praktek pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap MA terus berlangsung hingga penghujung 2011
  • Siaran Pers Bersama – Sekretariat bersama pemulihan hak rakyat Indonesia
  • Pernyataan Sikap Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Selatan
  • Aksi Masyarakat Adat Rakyat Penunggu menduduki lahan di Sebenang dan batu gajah kab langkat
  • Hentikan Merampas Tanah Rakyat
  • 28 Konflik akibat Sawit dan Tambang di Kalsel sejak 2008
  • Hak Dicaplok, Warga Dayak Demo di Palangkaraya
  • Komunitas Cek Bocek Tuntut Diakui sebagai Masyarakat Adat
  • Kami Wajib Mempertahankan Hak Walaupun Nyawa dan Darah Taruhannya..!!
  • Merespon Hasil TGPF Mesuji dan Pembentukan Pansus Agraria dan Pengelolaan Sumberdaya Alam
  • Kasus Pelecehan Masyarakat Adat Pagu
  • Aliansi Masyarakat Adat Bona Ni Dolok Menolak Program Pengayaan Hutan Oleh Dishut Kab. Tapanuli Utar
  • Protes atas Pengajuan Ijin Usaha HTI PT. BBB di Wilayah Masyarakat Adat Dayak Meratus
  • Masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah Tolak FPI
  • Gaung AMAN E40: Kabar AMAN
Home Indigenous Peoples
  • Mengenal Aman
    • Sejarah
    • Struktur AMAN
    • Kongres
    • Program
  • Anggota
    • Form Isian Profil
    • Form Konflik
  • Dokumen
    • MoU
    • Makalah
  • Aktivitas
    • BRWA
    • FPIC
    • TOT
    • Magang
    • AMAN Mandiri
  • Media
    • Film
  • Share
© Aman, 1999 - 2012 | Aman is the national umbrella organization for the indigenous peoples of the archipelago | Contact Aman