AMANkanCovid19

Merespon peningkatan penyebaran virus corona atau COVID-19 di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan, Sekretaris Jenderal AMAN telah mengeluarkan surat intruksi Nomor : 005/Instruksi/Sekjend-AMAN/III/2020 kepada komunitas-komunitas Masyarakat Adat, Pengurus, Organisasi Sayap, Badan Otonom, Badan Usaha dan Kader AMAN untuk melakukan langkah-langkah pencegahan melalui ‘Lockdown’ dan menutup semua Rumah AMAN.
Dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang semakin meluas ini, AMAN telah mengembangkan sistem kesiapsiagaan dengan pendataan kondisi Komunitas Masyarakat Adat, Kader dan Staff melalui aplikasi form/kuisioner “AMANkanCovid19”. Aplikasi ini adalah alat untuk mendata dan mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terburuk akibat dampak dari penyebaran COVID-19. Data yang dikumpulkan akan dianalisis untuk strategi penanganan lebih lanjut.
Mohon kerjasamanya bagi komunitas-komunitas Masyarakat Adat, pengurus serta kader untuk dapat meluangkan waktu mengisi form/kuisioner ini dengan cara menginstal aplikasi AMANkanCovid19 dan mengisi data sesuai kondisi di tempat masing-masing.
Langkah-langkah menginstal aplikasi AMANkanCovid19 sebagai berikut;
1. Download Aplikasi
2. Download Petunjuk Instalasi Aplikasi
3 Isi Form Langsung
4. Download di Whatsapp Grup AMAN


Koordinator & Narahubung:
1.Annas Radin Syarif (Ketua Tanggap Darurat AMAN),
No HP/Wa: 085777401724,
email : annas240@aman.or.id
2.Rainny Situmorang (Direktur Operasional dan Managemen),
No HP/Wa : 08121100303,
email : rainata@aman.or.id

Berita


  • Instruksi Sekjen AMAN Merespon Perkembangan Penyebaran COVID-19

    Jakarta, 19 Maret 2020 Nomor : 005/Instruksi/Sekjen-AMAN/III/2020 Perihal : Instruksi Merespon Perkembangan Penyebaran COVID-19 Kepada Yth : Komunitas-komunitas anggota AMAN Pengurus Wilayah AMAN (BPH dan DAMANWIL) Pengurus Daerah AMAN (BPH dan DAMANDA) Penjabat Ketua Umum Barisan Pemuda Adat Nusantara Ketua Umum PEREMPUAN AMAN Ketua Badan Pelaksana PPMAN Pimpinan Badan-Badan Otonom dan Badan Usaha AMAN Kader-kader AMAN   di tempat Salam Berdaulat, Mandiri, Bermartabat.   Mengamati perkembangan yang memprihatinkan atas meningkatnya



  • HKMAN dan 21 Tahun AMAN Dihelat di Desa Adat Saga

    Saga, Ende, NTT – Peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) sekaligus perayaan hari ulang tahun berdirinya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang ke 21, yang jatuh setiap tanggal 17 Maret, di selenggarakan di Desa Adat Saga, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Kegiatan ini dihadiri oleh sebagian besar perangkat kerja Sekretaris Jendral (Sekjend) AMAN, yang kebetulan telah berada di Kota Ende untuk mempersiapkan rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AMAN ke VI.



  • Memperkuat Sinergitas Kepala Desa Utusan Masyarakat Adat, AMAN Gelar Konsolidasi

    Bonelemo, Luwu (6/3/2020) – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi Kepala Desa utusan Masyarakat Adat gelombang pertama. Konsolidasi kali ini diselenggarakan di Desa Bonelemo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Ada 40 Kepala Desa yang berasal dari Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Selatan turut berpartisipasi aktif sebagai peserta dalam kegiatan konsolidasi ini. Tujuan utama diselenggarakannya konsolidasi ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan relasi strategis antara AMAN dan Kepala



  • Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU CILAKA): PETAKA Bagi Masyarakat Adat

    Pemerintah, melalui Kementerian Perekonomian telah menyerahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja kepada DPR pada 12 Februari 2020 di Gedung DPR RI. Sejak itu gelombang penolakan terhadap RUU CILAKA semakin besar. RUU ini mengancam keberadaan masyarakat adat dan hak-haknya (wilayah adat, hutan adat dan tanah ulayat, masyarakat adat pesisir dan pulau-pulau kecil). Berikut pandangan umum AMAN, dari kajian cepat terhadap RUU CILAKA ini. Pertama, substansi pengaturan RUU CILAKA bertentangan dengan Hak