AMAN Tano Batak

20 Tahun AMAN: Ompu Sarma, Ikon Perempuan Pejuang Masyarakat Adat

Jakarta (11/9/2019), www.aman.or.id – Perhelatan besar seperti peringatan 20 Tahun AMAN/Hari Masyarakat Adat Sedunia juga sekaligus jadi momen bertemu kembali para pejuang, perintis, dan tokoh masyarakat adat dari berbagai belahan Nusantara. Salah seorang tokoh istimewa yang hadir dalam acara di Taman Ismail Marzuki adalah inong Ompu Sarma Boru Sibarani dari AMAN Tano Batak. Inong ini sudah menjadi semacam legenda di AMAN. Ia simbol perjuangan perempuan masyarakat adat, jauh sebelum AMAN

AMAN Tano Batak Deklarasikan Caleg Utusan Masyarakat Adat

Jakarta, www.aman.or.id –  Masyarakat Adat yang bergabung di AMAN Tano Batak mendeklarasikan utusan politiknya di Pemilu 2019. Deklarasi ini berlangsung di Sipahutar, Tapanuli Utara, Sumut, Sabtu (16/2) setelah AMAN Tano Batak selesai melaksanakan Renstra Pengurus Daerah AMAN Tobasa dan Pengurus Daerah AMAN Taput. Ketua BPH AMAN Tano Batak, Roganda Simanjuntak menyampaikan bahwa AMAN Tano Batak memandang sangat penting untuk merebut ruang di DPRD Kabupaten, Provinsi hingga DPR RI. “Selama ini,

Masyarakat Adat Batak Desak KLHK Mencadangkan Hutan Adat

Jakarta (8/8), www.aman.or.id – Masyarakat Adat Batak sampai saat ini masih terus mengalami konflik di wilayah/hutan adat mereka. Mereka berkonflik dengan PT. Toba Pulp Lestari, sebuah perusahaan bubur kertas bermarkas di Sosor Ladang, Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Sumut. Semua hulu konflik ini bersumber dari klaim sepihak negara atas hutan adat. Dalam hal ini negara mengklaim hutan adat menjadi hutan negara, bisa hutan lindung, hutan produksi, konservasi dan sebagainya. Masyarakat Adat

Berita Foto : Forum Masyarakat Adat Toba Samosir, AMAN Tano Batak dan AMAN Toba Samosir Desak Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara Selesaikan PERDA Pengakuan dan Pelindungan Masyarakat Adat

Samosir, www.aman.or.id – Forum Masyarakat Adat Toba Samosir (Matio, Tukko Nisolu, Ombur, Pardomuan Nauli, Natumingka, Sigapiton, Sigalapang dan Simenak-henak) AMAN Tano Batak dan AMAN Toba Samosir mendesak Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara untuk menerbitkan PERDA Pengakuan dan Pelindungan Masyarakat Adat (26/7). Mereka melakukan aksi turun ke jalan dengan mendatangi kantor Bupati Toba Samosir, di Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara. Paska Putusan MK 35, DPRD Toba Samosir telah menginisiasi Rancangan Perda