AMAN

Statement of AMAN/The Indigenous Peoples Alliance of The Archipelago Related To The Siege and Recent Attacks Against Papua Students In Surabaya

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) or The Indigenous Peoples Alliance of the Archipelago strongly condemned the siege and attacks by a group of members of mass organizations and state apparatus (police and army) against Papuan students in Surabaya, East Java, on Friday night (August 16, 2019). The siege was accompanied by acts of violence and racist insults. In particular, we condemn the Indonesian military and police who are actually involved

Forum Permanen, Misi Khusus AMAN: Merawat Indonesia

Jakarta (23/4/2019), www.aman.or.id – Di samping capaian-capaian yang akan disampaikan dalam Forum Permanen, AMAN juga mengusung misi khusus tersendiri. Delegasi AMAN yang dipimpin Sekjen AMAN, Rukka Sombolinggi bergerak mengawal Wakil Ketua DAMANNAS, Abdon Nababan yang diutus sebagai calon anggota Forum Permanen PBB tentang Masyarakat Adat (UN Expert Member). Menurut Rukka, statusnya saat ini sudah resmi masuk listing/daftar sebagai kandidat. Selanjutnya penunjukan pengesahan ini akan dilakukan oleh Presiden ECOSOC. Sebagaimana biasanya,

Perjuangan AMAN di Tingkat Internasional

Jakarta (23/4/2019), www.aman.or.id – Internasional adalah salah satu arena kita memperjuangkan pengakuan, perlindungan hak-hak Masyarakat Adat; juga menjadi arena yang lebih luas untuk menggalang solidaritas untuk saling mengenal, saling menguatkan sesama Masyarakat Adat. Dari Indonesia sebelum AMAN terbentuk, Masyarakat Adat sudah terlibat dari awal, bahkan sebelum Forum Permanen ada; saya sudah terlibat membicarakan draft Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Adat (United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples/UNDRIP). Kelak

Forum Permanen PBB untuk Masyarakat Adat, Gambaran Singkat

Jakarta (23/4/2019), www.aman.or.id – Delegasi AMAN telah bertolak ke New York, Amerika Serikat pada Senin (21/4) lalu. Mereka adalah Rukka Sombolinggi (Sekjen AMAN), Abdon Nababan (Wakil Ketua DAMANNAS), dan Mina Susana Setra (Deputi IV Sekjen AMAN). Mereka mengikuti Forum Permanen PBB untuk isu-isu Masyarakat Adat. Tahun ini Forum Permanen ke-18 (18th session of UNPFII) berlangsung dari 22 April – 3 Mei dan bertemakan “Indigenous Peoples’ Traditional Knowledge, Generation, Transmission and

Kepala Desa Ini Berjuang Mencari Bantuan untuk Warganya

Jakarta (16/10), www.aman.or.id – Toni Pangke, Kepala Desa Lonca, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi merupakan satu di antara korban gempa 7,4 SR di Sulteng pada 28 September lalu. Selain melihat dirinya yang menjadi korban, dia juga harus memikirkan nasib warganya yang juga sama-sama menjadi korban. Rumah warganya di Lonca termasuk rumahnya sendiri hancur akibat gempa tersebut. Dampaknya tidak hanya rumah-rumah yang rubuh. Jalanan pun rusak bahkan ada yang tertimpa longsor, sehingga

AMAN Salurkan Bantuan ke Komunitas Adat Kungguma

Jakarta (15/10), www.aman.or.id – Masyarakat Adat Kungguma merupakan salah satu komunitas AMAN terdampak gempa Palu. Komunitas yang terdiri dari 3 dusun dengan komposisi penduduk berjumlah 1571 jiwa dan 361 kepala kelaurga, berhenti beraktivitas seketika begitu gempa 7,4 SR mengguncang bumi Sulawesi Tengah. Menurut data AMAN, komunitas ini satu di antara komunitas lainnya yang kondisinya parah akibat gempa. Kungguma berada di Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Jarak tempuh kendaraan

HIMAS 2017: Lindungi hak Masyarakat Adat akan lestarikan kain nusantara

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menyelenggarakan Parade Kain Nusantara di Jakarta pada Minggu (27/8). Parade ini untuk menunjukkan bahwa tanpa hak-hak Masyarakat Adat, Indonesia tidak akan punya keragaman dan keindahan kain nusantara. Parade ini merupakan bagian rangkaian perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia yang diperingati setiap 9 Agustus. Acara ini telah didahului oleh Diskusi “Kain, Keragaman Budaya, dan HAM” di Museum Tekstil pada 20 Agustus 2017 dan Konferensi Pers mengenai

Siaran Pers : Kertas Posisi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara/AMAN Terhadap Draft Intended Nationally Determined Contribution (INDC) Indonesia

Kemajuan Indonesia yang sedemikian pesat selama ini kembali mundur jauh ke belakang ketika membaca Draft INDC yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Pemerintah. AMAN memandang bahwa pemerintah Indonesia tetap mengingkari Masyarakat Adat di Indonesia sebagai Indigenous Peoples sebagaimana tertuang dalam The UN Declaration on The Rights of Indigenous Peoples/UNDRIP (Deklarasi PBB Tentang Hak-hak Masyarakat Adat), dimana Indonesia merupakan salah satu negara anggota PBB yang mendukung adopsi oleh Sidang Umum PBB pada