Gempa Sulteng

Pendataan di Komunitas Adat Topoado Terdampak Banjir Bandang

Palu (23/11), www.aman.or.id – Perjalanan dari Kantor PW AMAN Sulteng menuju beberapa desa yang terdampak banjir bandang  ditempuh kurang lebih dua jam. Adapun desa-desa yang dikunjungi adalah bagian dari Komunitas Adat Topoado. Topoado adalah Masyarakat Adat yang mendiami beberapa desa di Kecamatan Dolo Selatan dan Gumbasa. Topoado sendiri adalah penamaan Suku Kaili sub etnis Ado. “To” berarti orang atau kelompok dan “Po” adalah keterangan bahwa pelaku adalah penutur bahasa tersebut.

Data Komunitas Terlayani

Palu (9/11), www.aman.or.id – Tim Tanggap Darurat (TD) AMAN menargetkan 59 komunitas terdampak gempa akan terlayani selama 3 bulan (Oktober – Desember 2018). Kelima puluh sembilan komunitas tersebut tersebar di PD AMAN Kamalisi, Kulawi, dan Parigi Moutong. Hingga minggu kedua November, data Tim TD AMAN menunjukkan jumlah komunitas terlayani mencapai 29 komunitas (56 desa). Tim TD bahu-membahu memberikan pelayanan terbaik kepada masing-masing komunitas. Setiap ada logistik yang tersedia di gudang

Posko AMAN di Toriuntu Dipercaya Berbagai Lembaga Kemanusiaan

Palu (7/11), www.aman.or.id – AMAN menjadi sentral pendistribusian bantuan logistik di Komunitas Adat Toriuntu. Komunitas ini mencakup desa-desa antara lain Gimpu, Moa, Tomua dan Pilimakujawa, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. “Posko AMAN yang terletak di Desa Gimpu, dipercaya lembaga-lembaga lain untuk menjadi pos sentral penyaluran bantuan-bantuan kemanusiaan di Toriuntu,” kata Vera Barumbu, koordinator posko tanggap darurat di Toriuntu. Selain AMAN, terdapat beberapa lembaga yang men-drop bantuan kemanusiaan. Beberapa

Verifikasi Data Penanganan Komunitas Terdampak Gempa

Palu (6/11), www.aman.or.id – Tim Tanggap Darurat (TD) memverifikasi data komunitas adat yang terkena gempa 7,4 SR selama tiga hari (4-6/11). Persebarannya mencakup daerah Donggala, Kulawi, Parigi Moutong dan Pandere. Tanggal 5 November merupakan hari turun langsung ke lapangan guna merangkum data-data sekaligus silaturahmi kepada korban-korban terkena gempa dan tsunami. Verifikasi data komunitas meliputi situasi terkini di komunitas, kebutuhan yang masih sangat mendesak, lembaga lain yang turut memberikan dukungan, jumlah

Membangun Sistem Tanggap Darurat Berkelanjutan (2)

Palu (3/11), www.aman.or.id – Suhu Palu panas. Rata-rata per hari mencapai 34 derajat Celcius. Saya bersama tim tanggap darurat AMAN seperti Annas Radin Syarif, Riky Aprizal, Farid Wajdi, Yoga Kiply dan Firman Nur Ikhwan yang tiba dua hari lalu dari Jakarta, dipaksa beradaptasi dengan cuaca di sini. Menurut Sisilia Makara Boka, Dewan Pemuda Adat Nusantara Region Sulawesi periode 2015-2018, suhu meningkat terlebih pascatsunami. Panas suhu Palu mirip dengan Medan awalnya,

Membangun Sistem Tanggap Darurat Berkelanjutan

Palu (2/11), www.aman.or.id – Memastikan logistik dalam arti tidak kelaparan hingga adanya hunian sementara (huntara) menjadi fokus rencana tindak lanjut partisipasi Tim Tanggap Darurat AMAN dalam membantu dan melayani anggota-anggota AMAN terkena dampak gempa Palu – Donggala – Sigi. Demikian disampaikan Koordinator Tim Tanggap Darurat AMAN Annas Radin Syarif di Rumah AMAN Sulteng, Jl. Banteng no 17, Palu, hari ini. Penanganan bencana yang terjadi di Sulteng, katanya, harus terus menunjukkan

Telat 18 Menit, Tim Tanggap Darurat AMAN Sempat Tertahan Pulang

Jakarta (25/10), www.aman.or.id – Sampai saat ini Tim Tanggap Darurat AMAN terus menyalurkan bantuan logistik ke komunitas-komunitas AMAN. Hari ini, Tim Tanggap Darurat AMAN, yaitu saya, Ketua BPH AMAN Sulteng Asran Daeng Patompo, Ketua PW BPAN Parigi Moutong Samsudin, Daud Diman dan Julius mengantar logistik di lima komunitas yakni Sidole Timur, Toraranga, Silangga, Binangga, dan Siniu di Kab. Parigi Moutong. Kami menyalurkan bantuan logistik berupa kopi, sabun, minyak kelapa, garam,

Komunitas Adat Salua Menerima Ember Pemurni Air

Jakarta (23/10), www.aman.or.id – Tim Tanggap Darurat AMAN menyerahkan sebuah ember pemurni air kepada Masyarakat Adat Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi yang kekurangan air bersih akibat banjir bandang Minggu (21/10/2018). Ember tersebut akan ditaruh di dapur umum agar semua warga dapat menikmati air bersih. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Desa Salua Akbar A. Liwesigi. Ember pemurni air merupakan salah satu peralatan teknologi yang sangat bermanfaat di situasi darurat seperti