Masyarakat Adat

Menapak PEMILU 2019, Menangkan Utusan Politik Masyarakat Adat

  Jakarta, www.aman.or.id – Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) telah memandatkan AMAN sebagai organisasi Masyarakat Adat untuk memperluas partisipasi politiknya hingga ke pusat-pusat pembuat kebijakan negara. Dapat kita lihat pada hasil-hasil KMAN II tahun 2007, KMAN IV tahun 2012 dan KMAN V tahun 2017 yang memutuskan bahwa AMAN harus mendorong, memfasilitasi dan memenangkan kader-kadernya yang ingin memperjuangakan kedaulatan Masyarakat Adat, salah satunya melalui perjuangan politik elektoral. Masyarakat Adat menjadi target

Idham Arsyad : Berdedikasi, Visioner dan  Optimis

Jakarta, www.aman.or.id – Idham Arsyad, adalah mantan aktivis mahasiswa di Makassar yang memilih perjuangannya di gerakan sosial, bersama petani, nelayan dan Masyarakat Adat. Rekam jejak perjuangannya yang panjang telah menjadikannya sebagai sosok yang visioner dan berdedikasi. Tulisan ini tak akan mampu menceritakan satu persatu rekam jejaknya, kita bisa menggunakan mesin pencari Google untuk mendalami dan mengenal lebih jauh sosok Idham Arsyad. Sejumlah prestasi telah ia torehkan, diantaranya terlibat aktif mendorong lahirnya

Aleta Kornelia Ba'un: Pejuang Tangguh dari Gunung Nausus

“Batu adalah tulang, tanah adalah daging, air adalah darah dan hutan adalah kulit, paru-paru dan rambut,” adalah falsafah hidup Orang Molo yang menjadi pegangan hidup Mama Aleta, dan sebagai perempuan Molo adalah tanggungjawabnya untuk menjaga tanah, identitas dan sejarahnya. Tangguh dan berani sangat pas menggambarkan Mama Aleta, seorang perempuan dari pegunungan Nausus, Molo, NTT. Perempuan kelahiran 16 Maret 1963 ini berhasil menghentikan perusahaan tambang marmer yang akan menghancurkan tanah leluhurnya.

BAWASLU: Komitmen Lindungi Hak Pilih dan Libatkan Masyarakat Adat dalam Mengawasi Pemilu 2019

Jakarta, www.aman.or.id – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bertemu anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin dalam rangka membahas agenda pengawasan dan advokasi hak pilih Masyarakat Adat dalam kawasan hutan dalam Pemilu 2019. (15/08) Patut diketahui bahwa dalam Pemilu 2019 yang akan datang, pemilih yang dapat menggunakan hak pilihnya hanya pemilih yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) sesuai ketentuan Pasal 202 ayat (2) dan Pasal 210 ayat (3) UU Nomor 7

Bupati dan DPRD Rejang Lebong Mendukung Pengesahan Ranperda tentang Masyarakat Adat

Jakarta (31/7), www.aman.or.id – Bupati Rejang Lebong menyampaikan daftar Ranperda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat di hadapan Sidang Paripurna tahap I masa sidang II DPRD Rejang Lebong, Bengkulu (30/7). Di hadapan pers, Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi mengutarakan bahwa saat ini ranperda yang mendesak untuk direspons adalah tentang Masyarakat Adat. “Ada tujuh ranperda yang saya sampaikan. Ada perbaikan dan ada yang baru. Ranperda baru yang terutama saya respon adalah mengenai