Masyarakat Adat

NHM Dapat Konsesi, Masyarakat Adat Kehilangan Mata Pencaharian.

Malifut 10 Des 2013- Sejak PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) beroperasi, masyarakat mulai kehilangan sumber ekonomi mereka. Perusahan yang berada di wilayah tanah adat Hoana Pagu, Malifut, Halmahera Utara ini terus menebarkan dampak buruk kepada masyarakat adat setempat. Ikan teri yang menjadi primadona, hilang serentak di laut. Hewan buruan mulai jarang didapat, krisis air bersih karena pencemaran pada air sungai yang biasa digunakan warga, hutan adat pun dikuasai perusahaan. PT

Pertemuan Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara

Diharapakan PPMAN ikut ambil bagian dalam perubahan paradigma Jakarta, 25 November 2013. Setelah Konferensi Nasional Advokat Masyarakat Adat Se-Nusantara (KNAMAN) ke-I berlangsung di Tanah Luwu Sulawesi Selatan 26 September 2013 lalu, untuk pertama kalinya anggota Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN) mengadakan pertemuan penting di Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat. Pertemuan pengurus Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN) yang diketuai oleh Mualimin Pardi, SH dalam rangka membahas berbagai keputusan yang

Sambutan Sekjen AMAN membuka sesi Diskusi Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia

Bapak-Ibu serta saudara-saudara sekalian pertama saya ucapakan selamat datang dalam pertemuan ini dan tentu kita tahu bahwa hari ini bukanlah Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia, persisnya hari tersebut jatuh pada tanggal 9 Agustus. Tapi berhubung tanggal 9 Agustus bertepatan dengan perayaan Idul Fitri, menyelenggarakannya dilakukan hari ini. Yang ke-dua saya juga ingin mengucapakan Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk saudara-saudari semua yang merayakan, kami dari AMAN mohon maaf lahir bathin

Diskusi Interaktif Hari International Masyarakat Adat Se-Dunia.

Harus ada Peraturan Pemerintah Untuk Memperjelas Definisi Masyarakat Adat Jakarta 20-Agustus-2013. “Perjuangan masyarakat adat adalah perjuangan tanpa kekerasan, putusan MK bukan kemenangan politik tapi kemenangan kesadaran, yang diperlukan masyarakat adat saat ini adalah pengakuan secara hakiki dan pengakuan sepenuhnya,” buka Wimar Witoelar sebagai moderator dalam sesi diskusi memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia di Ball Room Hotel Akmani, bilangan Jln KH Wahid Hasyim, Jakarta tanggal 19 Agustus 2013. Acara ini

Konsolidasi Para Pengacara Masyarakat Adat

Masamba, 14 Agustus 2013. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Tana Luwu akan menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan para Advokad Masyarakat Adat se-Nusantara, pertemuan yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir September 2013 bertempat di Komunitas Masyarakat Adat Sassa, Kec. Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Menurut salah seorang Panitia Pelaksana kegiatan Pertemuan Advokat Masyarakat Adat, sesaat setelah berkonsultasi pada Bupati Luwu Utara Drs. H. Arifin Junaidi, M.Si mengenai persiapan agenda pertemuan tersebut

Kontrol Informasi Marginalkan Masyarakat Adat di Indonesia

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Masyarakat adat tidak punya akses terhadap informasi, dan aksesnya kecil sekali terhadap informasi. Bisa jadi karena jaraknya yang jauh dari infrastruktur atau bisa juga karena kebijakan negara tidak mengkhususkan untuk masyarakat adat. Demikian disampaikan Staf Khusus Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, dalam seminar bertema “Representasi Perempuan Adat di Media Massa Indonesia” di Jakarta, Selasa (2/7). Banyak pemerintah yang menolak perlunya perlakuan dan tindakan-tindakan