Pemuda Adat

BPAN Tana Luwu & BPAN Kalimantan Utara Terbentuk

Bulungan Kaltara 23 Oktober 2014 – Dengan semangat perjuangan dan cita-cita luhur organisasi untuk terus bersinergi dan lebih dekat pada komunitas pemuda (Masyarakat adat khususnya) Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) selaku sayap organisasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) kembali melakukan pertemuan wilayah di dua tempat yang berbeda. Pertemuan pertama di Tana Luwu Sulawesi Selatan tanggal 12 Oktober 2014 dan di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara tanggal 22 oktober 2014.

Pemuda Adat Jadi Jurnalis Warga

Ternate 25 Maret 2014– Pengurus Wilayah AMAN Maluku Utara menyelenggarakan Training Community Organizer Berbasis Media yang diikuti 15 orang pemuda mewakili Komunitas Adat. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari (20 – 23 Maret) bertempat di Rumah PW AMAN Malut, Kota Ternate.  Sebagai narasumber hadir Mahmud Mici (Redaktur Malut Post), Jainudin (Dinas Kehutanan Provinsi Malut) dan Jeffar Lumban Gaol ( Infokom PB AMAN). Ketua BPH AMAN Munadi Kilkoda dalam sambutannya mengatakan

 Pertemuan Persiapan Pemuda Adat Asia-Pasifik menuju  WCIP

Membentuk Perspektif: Menyatukan Inisiatif dan Kapasitas Pemuda Adat dalam Memajukan Hak-hak Masyarakat Adat Pada 18-25 April 2013 lalu, Masyarakat Adat dari “akar rumput” antusias berkumpul di Baguio City, Filipinauntuk Pertemuan Persiapan Pemuda Adat menuju Konferensi Dunia tentang Masyarakat Adat (World Conference on Indigenous Peoples/WCIP), yang dijadwalkan pada September 2014. Dalam semangat solidaritas, para saudara dari Amerika Latin dan Afrika bergabung dalam acara penting ini untuk membangun aksi dan posisi demi

Pemuda Adat Tano Batak Bangkit Bersatu

Oleh : Jhontoni Tarihoran Dingin dan mendungnya cuaca disertai gerimis pagi ini Jumat, 15 Pebruari 2013 tidak membuat surut semangat pemuda adat yang sedang berada di tengah lahan atau tanah adat pagi itu. Tidak ada yang berpangku tangan masing-masing mengambil kesibukannya sendiri. Tangan yang lincah mengupas ubi, yang akan segera dimasak untuk ten (teman ngopin nanti) pada saat pertemuan berlangsung. Nenas khas Sipahutar atau penghasilan utama masyarakat juga telah tersedia,