Perempuan AMAN

“Penyelesaian Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Adat”

Konsultasi Nasional Perempuan AMAN Jakarta 30 Mei 2014 – Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (PEREMPUAN AMAN) menyelenggarakan Konsultasi Nasional untuk mendapat masukan bagaimana menyelesaikan kasus-kasus kekerasan yang menimpa kaum perempuan adat dan anak. Konsultasi ini berlangsung di Hotel Gren Alia Cikini, Jalan Cikini raya  (30 Mei 2014). Disamping kehadiran anggota DAMANAS Aleta Ba’un bersama pengurus  Perempuan AMAN, juga hadir perwakilan lembaga-lembaga pengkaji masalah-masalah perempuan, seperti LBH Apik, Huma, Komisi Perlindungan Anak

Pelatihan Perempuan Adat Kep. Maluku untuk Pengambilan Keputusan

Persekutuan Perempuan Adat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Perempuan AMAN), salah satu organisasi sayap AMAN, memulai pelatihan perempuan adat dalam proses pengambilan keputusan di Kepulauan Maluku, Rabu (12/2). Pelatihan hari pertama ini dihadiri oleh sekitar 27 peserta yang berasal dari 10 hoana di Maluku Utara dan Maluku. Pelatihan akan berlangsung hingga Jumat (14/2). Acara diawali dengan sambutan Dewan Nasional Perempuan AMAN Region Kepulauan Maluku, lalu dilanjutkan oleh Ketua Dewan AMAN Maluku

Rapat Kerja Nasional Perempuan AMAN: Perempuan Adat Merapikan Barisan

Bogor, 6 September 2013 – Persekutuan Perempuan Adat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Perempuan AMAN), salah satu organisasi sayap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk pertama kali dilaksanakan pada tanggal 6-7 September 2013 di Bogor, Jawa Barat. Tema rakernas tiga-tahunan kali ini adalah Memperkuat Peran dan Posisi Perempuan Adat Dalam Implementasi Pembangunan di Indonesia. Ada 21 utusan pengurus Perempuan Aman yang hadir, baik dari tingkat nasional

Selamat Jalan Srikandi Pejuang Adat Karunsi'e Dongi

Perjuangan Ibu Werima selama Hidupnya Werima Mananta, tumbuh dan besar di lokasi pengungsian Provinsi Sulawesi Tengah, saat pergolakan DI/TII Kahar Mudzakkar pada tahun 60-an. Setelah sekian lama mengungsi, ibu Werima kembali ke kampong halamannya pada tahun 2002 dengan niat membangun kampong, tetapi yang ditemuinya   kampungnya (Dongi) sudah menjadi area Tambang Nikel oleh PT Inco ( pada saat itu) dan sekarang menjadi PT. VALE kampong tempat kelahiran ibu Werima sebahagian berubah

Representasi Perempuan Adat di Media Massa, Minim

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Perempuan adat dalam media massa belum direpresentasikan secara proporsional. Perempuan sebagai pemimpin di kampung tidak terekspos perannya. Representasi seluruh perempuan adat nusantara di media massa tidak keluar. Porsi kecil pemberitaan perempuan adat terbatas pada perempuan adat berprestasi yang berakibat pemberitaan tidak mendalam sesuai situasi nyata dan peran penting perempuan adat sebagai bagian dari masyarakat adat. Demikian menurut Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dalam seminar dengan tema “Representasi

Perempuan Adat dan Perkembangannya

Laki-laki dan perempuan adalah setara. Namun dalam perjalannya menuju tingkat kesetaraan tersebut, perempuan adat masih terus menjadi sub ordinat atau bagian ke-dua dari aspek berbangsa dan bernegara. Dalam rumah tangga hingga ranah publik perempuan seringkali hanya menjadi pelengkap, perempuan masih dianggap sebagai nomor dua, hingga akhirnya membuat kebijakan pemerintah juga kurang menghargai perempuan dan dengan demikian membuatnya tidak setara dengan laki–laki. Sementara dalam sejarahnya baik itu dalam perjuangan merebut kemerdekaan

PEREMPUAN AMAN Sukses Gelar TOT Perempuan Adat

Perempuan adat hingga saat ini masih merasakan keterkungkungan dalam dirinya untuk bisa mengeskpresikan ide dan gagasannya, baik di rumah tangga, lingkungan (komunitasnya) hingga ke lingkungan publik yang lebih luas. Kondisi ini juga ditambah masih kurangnya kapasitas perempuan adat untuk menyadari hak dan kewajibannya dalam lingkup masyarakat atau bahkan dalam pribadinya sebagai perempuan adat. Untuk menyikapi kondisi itu, pada tanggal 1 hingga 6 April 2013 lalu, tepatnya di Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten

Perempuan Adat dan Pengambilan Keputusan

Training of Trainer (TOT) (Indigenous Women and Decision Making Processes) Cipta Mulya, April, 2013. Perempuan Adat Nusantara menyelanggarakan pelatihan bagi para Perempuan Adat untuk meningkatkan kemampuannya menjadi pelatih (trainer) pada kegiatan pelatihan Perempuan Adat dan pengambilan keputusan nasional. Peserta pelatihan adalah para Perempuan Adat utusan dari masing-masing region.  Pelatihan Perempuan Adat ini diselenggarakan pada dua tempat,  di Kasepuhan Cipta Mulya, tanggal 1-6 April 2013 dan di Toraja, 8-14 Mei 2013.