PT TPL

16 Warga Pandumaan-Sipituhuta Beralih Status Menjadi Tahanan Luar

PRESS RELEASE Aliansi Masyarakat Adat Nusantara 16 warga Pandumaan dan Sipituhuta yang ditahan di Mapolda Sumatera Utara sejak 26 Februari 2013, akhirnya dikeluarkan pada 11 Maret 2013 dengan status tahanan luar dan wajib lapor sekali seminggu. Tuduhan yang dikenakan kepada warga, yakni pasal 170 KUHP (15 orang); pasal 160 KUHP (1 orang/Pdt.Haposan Sinambela). Sebelumnya, ada 31 warga yang ditangkap aparat (Brimob) secara paksa karena berupaya melarang pekerja PT Toba Pulp

Korban PT TPL Minta Polisi Bertindak Adil

Perusahaan Rampas Tanaman Warga [MEDAN] Masyarakat korban PT Toba Pulp Lestari (TPL) meminta aparat kepolisian memberikan keadilan dalam menangani sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan pulp tersebut di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Soalnya, sengketa yang berujung pada pembakaran truk angkutan milik perusahaan itu membuat polisi menangkap 31 orang warga. Salah seorang yang ditahan adalah Pendeta Haposan Sinambela. “Kami mengharapkan polisi melihat kasus ini secara jelas. Jangan sampai karena

Land conflicts with PT. Toba Pulp Lestari (TPL), Security Authorities Arrest 31 members of Pandumaan dan Sipituhuta Indigenous Community

Jakarta, February 26, 2013,- Land conflict again occurred in Pandumaan and Sipituhuta indigenous community, North Sumatera Province, Indonesia. The conflict broke out after eucalyptus re-planting activities by PT. TPL in Pandumaan and Sipituhuta indigenous territories. (25/2) This ongoing conflict is not a new case. The indigenous community has opposed the existence of PT. TPL since 2009. Indigenous peoples of Pandumaan and Sipituhuta strongly fight against the land grabbing activities on