Riau

Pembangkangan Pemkab Inhu terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Hutan Adat

Jakarta, www.aman.or.id – Putusan MK 35/2012 tentang hutan adat bukan lagi hutan negara tidak berlaku di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Putusan final dan mengikat tersebut dibantah Sekda Kabupaten Inhu, Hendrizal saat menjamu audiensi Masyarakat Adat Talang Mamak di kantornya, Senin (28/1/2019). Hendrizal selaku Ketua Panitia Masyarakat Adat Kabupaten Indragiri Hulu merespons kedatangan Masyarakat Adat Talang Mamak di kantornya yang agenda pertemuannya bertujuan untuk mengetahui perjalanan dan perkembangan serta kemajuan

Kearifan Lokal, Masyarakat Adat Aur Kuning:  Melestarian Ikan dengan Lesung Batu

Jakarta (7/1/2019), www.aman.or.id – Setiap Masyarakat Adat pasti memiliki kearifan lokalnya atau dapat disebut sebagai pengetahuan Masyarakat Adat (indigenous knowledge). Bangkok Post memberi pemaknaan terhadap kearifan lokal (local wisdom) dalam bahasa Inggris dengan “local wisdom (noun) – the knowledge that has been discovered or acquired by local people through long experience”. Pada dasarnya kearifan lokal itu merupakan pengetahuan Masyarakat Adat secara turun-temurun yang telah teruji berdasarkan pengalaman panjang. Sama seperti di Aur

Masyarakat Adat Batin Pembubung Bersitegang Dengan Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Pekanbaru, 6 November 2013 — Surat Edaran Menteri Kehutanan No SE.1/Menhut-II/2013 memicu ketegangan antara Masyarakat Adat Batin Pambubung, Indragiri Hulu (Inhu) dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Pihak TNBT mengklaim berhak atas wilayah adat Batin Pambubung berdasarkan surat edaran tersebut. Surat itu menyatakan, Putusan MK No 35/PUU-X/2012 akan dinyatakan sah bila didukung oleh Peraturan Daerah. Dalam waktu dekat, Masyarakat Adat Batin Pambubung menancapkan plang di kawasan TNBT tersebut. Plang itu

Masyarakat Adat Talang Mamak Usir PT.Quest Geophysical Asia

Masuknya Eksplorasi migas PT Quest Geophysical Asia ke wilayah adat Talang Mamak  terjadi di beberapa lokasi antara lain Kebatinan Talang Perigi (Desa Talang Perigi), Kebatinan Talang Sei Limau (Desa Talang Sungai Limau) dan Kebatinan Talang Selantai (Desa Talang Selantai), serta wilayah  Kebatinan Talang Hampang Delapan. Pada sisi lain perjuangan masyarakat adat Talang Mamak makin kuat posisinya, karena Kebatinan Talang Hambang Delapan telah mempunyai peta tanah adat, profil dan aturan hukum

Amankan Wilayah Adat, Talang Mamak Galang Swadaya Untuk Melakukan Pemetaan Partisipatif

Tak terasa sudah dua bulan lebih Gawai Gedang yang merupakan  merupakan tonggak bersejarah bagi bangkitnya masyarakat adat Talang Mamak, terlewati waktu begitu cepat. Program kerja selama tiga tahun yang harus segera dikerjakan serta maklumat yang harus dipatuhi, membuat seluruh kepala batin dan masyarakat di Talang Mamak terus melakukan  konsolidasi untuk segera mencapai jati diri masyarakat adat yang berdaulat, mandiri dan bermartabat. Abu Sanar sebagai ketua BPH Pengurus Daerah AMAN Indragiri