2020

Sekjen AMAN: Pandemi Menunjukkan Jalan Keluar!

Jamal Bobero Infokom PW AMAN Maluku Utara   Cuaca cerah yang direkam itu, tampil secara hangat di layar monitor, pohon Kratom dan tanaman padi turut memberikan kesejukan dalam pandang. Rumah betang atau rumah panjai, dan kehidupan di kebun dan aktivitas di pemukiman masyarakat turut membagi pesona indah dari eksistensial masyarakat adat dan keasrian lingkungan. Panorama di atas berasal dari sebuah film dokumenter karya bocah brilian berumur lima belas (15) tahun

Rukka Sombolinggi: COVID-19 Bukti Model Ekonomi Kapitalisme Global Gagal Total

Supriyadi Sudirman  Infokom PW AMAN Maluku Utara   Setiap pada 9 Agustus semua Masyarakat Adat di seluruh dunia merayakan hari Masyarakat Adat Sedunia yang di tetapkan oleh PBB. Merespon hal itu, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) selalu merayakan hari spesial yang disingkat menjadi HIMAS atau Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia. Namun perayaan kali ini berbeda dengan perayaan pada umumnya. Jika, setiap 9 Agustus Masyarakat Adat bertemu dan berkumpul pada satu

Pidato Sekretaris Jendral Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Sekjen AMAN)  Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 9 Agustus 2020

“Merayakan Resiliensi Masyarakat Adat Mengadapi Covid19 dan Merajut Tatanan Kehidupan Baru yang Berkelanjutan dan Adil”     Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakkatu Om Swastiastu, Namo Budaya, Salam Salam Sejahtera Manasu mo raka? Horas! Ho Tu! Ahoy! Sampurasun! Salam Nusantara!   Hidup Masyarakat Adat! Masyarakat Adat Bangkit Bersatu! Berdaulat Bangkit Bersatu! Mandiri Bangkit Bersatu! Bermartabat Ketua dan Anggota Dewan AMAN Nasional dari 7 region yang saya hormati, seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah,

Rahung: "Imajinasi Kuliner Kita Miskin!"

Jamal Bobero Staff Infokom PW AMAN Maluku Utara   Mempertanyakan kembali keabsahan tentang keberagaman sebagai identitas bangsa Indonesia menjadi perlu dan sangat mendesak. Pluralitas suku-bangsa yang membentuk tubuh indonesia itu, seringkali menuai sakit, terutama yang diderita oleh masyarakat adat di seluruh Nusantara terkait dengan eksistensi komunitas. Banyak aspek dapat menjadi dalil akan problem tersebut. Benarkah Indonesia itu adalah negara dengan suku bangsa yang beragam? Keberagaman mana yang kita maksud dan

Rukka Sombolinggi: Akar Kekerasan Terbesar Perempuan Adat Terdapat pada Kebijakan Pembangunan

Jamal Bobero Staff Infokom PW AMAN Maluku Utara   Perempuan Adat adalah kelompok yang kelangsungan kehidupannya sangat bergantung pada keadaan lingkungan, pun dapat menjadi penentu keberlanjutan hidup komunitasnya. Jauh dan susah untuk mengakses sumber daya kehidupan, oleh perempuan adat, menjadi masalah serius untuk sebuah komunitas Adat. Melalui Seri Diskusi Masyarakat Adat ke-4 yang diselenggarakan oleh BRWA, Fokker LSM Papua, Econusa Foundation dan WRI Indonesia, masalah Perempuan Adat dikemas dalam webinar

Perempuan Adat Penting Perannya, tapi Masih Alami Diskriminasi

Budi Baskoro Infokom PD AMAN Kotawaringin Barat   “Sebuah bangsa tidak ditaklukkan sampai hati para perempuannya jatuh ke tanah. Tidak peduli seberapa berani prajuritnya atau seberapa kuat senjatanya.” Petikan peribahasa orang Cheyene, itu disampaikan Rukka Sombolinggi, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), untuk menggambarkan betapa pentingnya peran perempuan adat, dalam diskusi online bertemakan “Perempuan Adat dan Hak-hak atas Wilayah Adat dan Kekayaan Alamnya di Tanah Papua”, Rabu

AMAN Tana Luwu Salurkan Bantuan Korban Banjir di Kabupaten Luwu Utara

Luwu – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Tana Luwu, menyalurkan bantuan kepada korban banjir lumpur di Patambungan dan Lara, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. Dua lokasi ini merupakan titik yang paling banyak terdapat warga mengungsi akibat banjir lumpur sejak Jumat (17 Juli) yang lalu. Di lokasi pengungsian Patambungan yang berada di Desa Radda, rata-rata warga komunitas adat Rongkong, yang merupakan salah satu anggota AMAN. Bencana banjir bandang ini dimulai