Berita

Masyarakat Adat Serukan #TutupTPL

Oleh Nurdiyansah Dalidjo Situasi Masyarakat Adat kembali bergejolak di Tano Batak (Tanah Batak), Sumatera Utara. Pada awal Juli lalu (7/7/2021), sekitar 750 orang warga adat dan petani di Kabupaten Tapanuli Utara, turun ke jalan. Gelombang protes tersebut hanyalah satu dari serangkaian bentuk kemarahan yang dilontarkan mereka untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendukung penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Di media sosial, tagar #TutupTPL turut mengemuka. Di Balik Seruan Tutup

Garda Depan Kedaulatan Pangan

Oleh Nurdiyansah Dalidjo Rakyat Penunggu adalah komunitas adat yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Tahun 2017 lalu, AMAN menyelenggarakan Kongres Masyarakat Adat Nusantara Kelima (KMAN V) di sana, tepatnya di Kampung Tanjung Gusta yang merupakan wilayah adat yang telah direklaim dari PT Perkebunan Nusantara Dua (PTPN II). Suasana di Kampung Tanjung Gusta dan kampung-kampung sekitarnya begitu kering di musim kemarau. Tetapi, Masyarakat Adat di sana terus bergerak. Setelah

Tenun Karya Masyarakat Adat Rembitan di NTB

Menenun merupakan salah satu rutinitas Masyarakat Adat Rembitan yang berada di Dusun Telok Bulan, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seperti apa kekhasan tenun karya mereka? Di Desa Rembitan, saya bertemu dengan Wane alias Inaq Ketok. Perempuan berusia 70 tahun itu telah menenun sejak usia lima belas tahun. Di usia senjanya, Wane masih aktif menghasilkan karya tenun, di mana menenun sudah menjadi rutinitasnya sehari-hari untuk

Pesan dalam Ritual Lodong Me di Sikka, NTT

Tradisi budaya warisan leluhur merupakan fondasi yang kokoh untuk kita membentuk karakter manusia Indonesia yang memiliki kepribadian kuat. Tradisi-tradisi lokal memiliki banyak makna tentang pegangan hidup. Di tengah gejolak perkembangan zaman, – dengan maraknya pengaruh budaya luar – eksistensi tradisi-tradisi lokal pun kian mengalami ancaman kepunahan. Maka, tradisi-tradisi lokal itu perlu dijaga kelestariannya. Tidak cukup hanya sebatas pada menggaungkan seruan kata atau melaksanakan seremoni, namun turut menggali, memahami, dan menjalankan

Gotong Royong Menanam Padi

Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Kalimat tersebut menggambarkan pola kerja sama yang dilakukan oleh Masyarakat Adat Barambang Katute yang terletak di Desa Barambang, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Belakangan ini, saya kembali merasakan dan melihat perwujudan dari nilai gotong royong dan solidaritas yang kuat di antara masyarakat melalui aktivitas bertani padi. Kami menyebut kebersamaan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan itu dengan sebutan sibalii. Di kampung, kami sedang memasuki

Ribuan Mayat Anak Adat di Sekolah Asrama Kanada

Baru-baru ini, dunia dikejutkan dengan penemuan 215 jenazah anak-anak adat di Kamloops Indian Residential School di British Columbia, Kanada pada Mei 2021 lalu. Sekolah asrama Katolik tersebut dulu didirikan untuk “mengasimilasi” anak-anak adat sekaligus menghancurkan budaya leluhur mereka. Menyusul setelahnya, penemuan mayat-mayat lain juga terkuak. Jumlahnya telah mencapi lebih dari seribu. Sekolah Asrama Kamloops Indian merupakan yang terbesar dalam sistem sekolah asrama di negara yang terletak di kawasan Amerika Utara

Mari, Kita Bersama Mengamankan Kampung!

Sejak awal virus korona terdeteksi di Indonesia pada awal Maret tahun lalu, AMAN telah mengambil langkah cepat dan tegas. Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi segera bergerak dengan mengeluarkan surat instruksi terkait dengan situasi wabah dan bagaimana komunitas adat harus segera bertindak. Seluruh komunitas adat anggota AMAN pun lekas melakukan lockdown ala Masyarakat Adat. Berbagai ritual tutup kampung dan tolak bala, dilangsungkan. Wilayah adat diupayakan agar tetap terkunci dari kedatangan orang luar

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)

 AMAN, WALHI, dan KPA Kritik Kebijakan Pemerintah dalam Mengatasi Pandemi yang Tak Efektif, Tak Adil, dan Abai Pada Rakyat Kecil   Jakarta, 16 Juli 2021  AMAN-WALHI-KPA mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR RI dalam menangani pandemi Covid-19. Surat ini meminta kepada Presiden dan DPR agar memperhatikan prinsip keadilan, transparansi, akuntabilitas dan memperhitungkan secara matang dampak dari berbagai kebijakan pandemi Covid-19. Ketiga organisasi ini menyoroti kebijakan PPKM dan beberapa

Pemerintah Tak Efektif dan Adil dalam Penanganan Pandemi

Situasi Covid-19 di Tanah Air kian memburuk. Indonesa pun berada pada urutan teratas di dunia untuk penambahan kasus harian positif Covid-19. Pada 16 Juli 2021, mengacu pada data Worldometers, kasus baru di Indonesia terus merangkak naik sebesar 56.757 orang. Di hari yang sama, AMAN bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR RI terkait dengan penanganan pandemi Covid-19.