Oleh Febrianus Kori

Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Barat melibatkan pemuda adat dalam kegiatan pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat yang berlangsung di Wisma Bonaventura, Kompleks Bruder MTB, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada 6-8 Mei 2024.

Sebanyak 18 orang pemuda adat dari perwakilan Pengurus Daerah AMAN, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kalimantan Barat, Sekolah Adat dan Komunitas Masyarakat Adat ikut dalam pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Kegiatan yang difasilitasi oleh Infokom PB AMAN ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Tempowitness dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak.

Para narasumber dalam paparan materinya menyajikan teori dasar-dasar jurnalistik dan strategi dalam menyampaikan tulisan yang mengandung kebenaran lewat 5W+1H.  Pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan praktek liputan langsung dari Tugu Khatulistiwa Pontianak.

Pejabat Ketua PW AMAN Kalimantan Barat, Tono menyatakan pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat ini penting untuk dilakukan sebagai upaya dalam memberikan pemahaman baru kepada peserta untuk  mengetahui cara menyampaikan informasi dan menulis berita. Tono menyebut para peserta yang ikut dalam pelatihan ini merupakan anak-anak muda yang telah lulus seleksi dari masing-masing pengurus daerah dan komunitas adat. Anak-anak muda yang ikut pelatihan jurnalis ini sebagian besar telah sarjana.

Tono berharap mereka yang ikut pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat ini nantinya dapat diandalkan untuk menyuarakan berbagai isu yang terjadi disekitar komunitas adat masing-masing.

“Harapan kita seperti  itu, sebab pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat ini merupakan suatu tindakan untuk memperdalam dan memperkuat gerakan Masyarakat Adat dalam menyuarakan isu atau berita terkait situasi yang terjadi dalam kehidupan Masyarakat adat,” kata Tono dalam sambutannya pada pembukaan Pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat di   Wisma Bonaventura, Kompleks Bruder MTB, Kota Pontianak pada Senin, 6 Mei 2024.

Pelatihan Jurnalistik Masyarakat Aadat di Kalimantan Barat Foto. Dokumentasi AMAN

Kepala Newsroom AMAN Apriadi Gunawan dalam sambutannya mewakili Direktur Infokom PB AMAN  Titi Pangestu menyatakan bahwa jurnalistik sebagai educator memiliki tanggungjawab untuk menyajikan informasi yang memiliki nilai-nilai edukatif  yang memberi manfaat bagi masyarakat, karenanya hal tersebut menjadi perhatian kita di AMAN.

Atas dasar pemikiran ini, akunya, pelatihan jurnalistik ini sangat penting untuk dilaksanakan, terutama bagi Masyarakat Adat.

Apriadi mengatakan banyak sekali potensi yang ada di kampung atau pun komunitas adat yang selama ini luput dari pemberitaan. Padahal, kita ingin tahu apa yang terjadi di tempat-tempat terpencil tersebut. 

“Dalam konteks ini, peran Jurnalis Masyarakat Adat sangat dibutuhkan, terutama dalam menyampaikan berbagai peristiwa dan informasi penting yang terjadi di komunitas Masyarakat Adat,” kata Apriadi sembari membuka Pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat di Pontianak.

Apriadi  berharap pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat ini menjadi penyemangat bagi peserta untuk  mendalami ilmu jurnalistik, sehingga ke depan bermunculan para  Jurnalis Masyarakat Adat yang handal dari Kalimantan Barat dan jadi garda terdepan bagi Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah AMAN dalam menyampaikan berbagai program serta informasi penting yang ada disekitar komunitas Masyarakat Adat.

Trifina Oktaria Denti, salah seorang peserta pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat dari perwakilan Pengurus Daerah AMAN Sintang menyatakan senang bisa menjadi bagian dalam pelatihan ini dan bisa mempelajari ilmu jurnalistik.

“Saya banyak mendapat insight baru tentang bagaimana metode dan system penulisan dalam pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat ini,” kata Trifina sembari mengapresiasi kinerja panitia yang berhasil membuat suasana pelatihan menjadi nyaman dan menyenangkan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ebin, peserta pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat dari perwakilan Sekolah Adat Arus Kualan. Pemuda adat dari Ketapang ini menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu dan berguna bagi dirinya dalam menyebarluaskan informasi dan peristiwa yang ada di kampungnya.

“Bagi saya yang tinggal di daerah terpencil, pelatihan ini sangat penting untuk diikuti guna memudahkan saya menulis berita penting dari  kampung agar  diketahui masyarakat luas,” ujarnya.

***

Penulis adalah Kepala Infokom PW AMAN Kalimantan Barat

Writer : Febrianus Kori | Kalimantan Barat
Tag : AMAN Kalimantan Barat Jurnalis Masyarakat Adat