Oleh Yosis Sentris Lilihata

Sekolah Adat Patanata Manusela di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku mengajarkan siswanya mengenal jenis dan khasiat tanaman obat tradisional atau yang sering disebut obat kampung.

Pelajaran yang disampaikan oleh tetua adat secara rutin setiap hari Minggu sekali ini dalam rangka untuk menyelamatkan kearifan lokal dan pelestarian lingkungan.

Puluhan siswa tampak antusias mengamati berbagai jenis dedaunan dan akar-akaran dalam sebuah kegiatan praktik lapangan yang digelar Sekolah Adat Patanata Manusela pada Minggu, 7 Juni 2026.

Dalam praktek lapangan ini, para siswa yang didampingi guru dan tetua adat tidak hanya diajarkan menghafal nama-nama tumbuhan obat tradisional seperti daun gatal atau Laportea Aestuans, yang bahasa setempat disebut Sila. Tetapi, para siswa juga mempelajari dan diperkenalkan dengan tanaman obat kampung lainnya secara langsung. Kemudian, diajarkan cara meraciknya menjadi obat dari alam yang bermanfaat bagi Masyatakat Adat Manusela dan sekitarnya.

Sepnat Manukuany selaku guru sekolah adat Patantanta Manusela menyatakan pengenalan tanaman obat kampung kepada para siswa ini sangat penting di tengah arus kemajuan sekarang ini. Dikatakannya, banyak generasi muda saat ini mulai asing dengan pengobatan tradisional atau obat kampung yang sebenarnya telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur.

Pengetahuan yang diwariskan tersebut mencakup cara mengidentifikasi tanaman herbal di alam bebas hingga memahami kegunaannya untuk menyembuhkan berbagai penyakit ringan seperti demam, luka, gangguan pencernaan, sakit kepala dan lainnya.

Sepnat menjelaskan banyak sekali khasiat tanaman obat kampung ini, salah satu kegunaannya seperti  yang ada pada tumbuhan daun gatal, khasiatnya bisa untuk menghilangkan rasa capek dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

”Ini baru satu tumbuhan obat tradisisonal, masih banyak lagi tumbuhan yang memiliki khasiat untuk kesehatan,” kata Sepnat saat memperkenalkan tanaman obat kampung  kepada para siswanya.

Sepnat menambahkan pengenalan tanaman obat kampung ini perlu disampaikan kepada para siswa sejak dini. Selain untuk menjaga warisan pengobatan para leluhur, pengenalan ini juga bertujuan menanamkan kecintaan terhadap alam dan budaya lokal.

”Pemahaman ini yang mau kita tumbuhkan pada siswa, bahwa alam menyediakan obat-obatan alami yang aman bagi tubuh,” terangnya.

Danci Maloy, guru sekolah adat Patanata Manusela lainnya menyatakan pengenalan tanaman obat kampung merupakan bagian dari upaya mendekatkan anak-anak dengan alam. Selain itu, upaya ini bagian dari cara kita melestarikan budaya yang ditinggalkan oleh para tetua adat  agar tidak punah tergerus perkembangan zaman.

”Jika ini tidak dilakukan, bisa saja anak-anak kampung kita lupa dengan potensi alam kita,” imbuhnya.

Beberapa orang siswa sekolah adat Patanata Manusela di Maluku sedang diajarkan cara mengenal tanaman obat kampung. Dokumentasi AMAN

Sangat Positif

Siswa sekolah adat Patanata Manusela Ferdy Lilihata merasa sangat senang dengan  pengenalan tanaman obat kampung yang diajarkan oleh guru-gurunya. Ferdy mengaku melalui kegiatan ini, dirinya menjadi mengenal jenis-jenis tanaman obat kampung serta khasiatnya.

”Kegiatan ini sangat berguna sekali bagi kami. Saya baru tahu ternyata banyak tanaman obat kampung yang mengandung khasiat untuk kesehatan,” akunya saat diperkenalkan dengan tanaman obat kampung.

Ferdy berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut agar para siswa sekolah adat Patanata Manusela dapat tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian hutan dan lingkungan tempat tinggal mereka.

”Ini kegiatan positif, kiranya bisa terus dilanjutkan di kemudian hari,” katanya penuh harap.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Maluku

Writer : Yosis Sentris Lilihata | Maluku
Tag : Sekolah Adat Patanata Manusela Mengajarkan Siswa Tanaman Obat Kampung