Oleh Muh. Nurji

Jambore Nasional (Jamnas) V Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) menetapkan Elisabeth Simanjuntak sebagai Ketua Umum BPAN periode 2026–2030 pada Kamis, 2 Juli 2026.

Penetapan yang dilakukan secara musyawarah mufakat dalam rapat pleno organisasi ini menjadi  agenda penutup Jamnas V BPAN yang mempertemukan ratusan pemuda adat dari tujuh Region Nusantara di wilayah adat Perigi dan Limbungan, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Ketua Umum BPAN terpilih Elisabeth Simanjuntak menyatakan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi pemuda adat ini. Ia menegaskan kepemimpinannya akan dijalankan secara kolektif bersama seluruh pengurus dan anggota BPAN.

"Tanggung jawab menjalankan organisasi ini bukan hanya berada di pundak Ketua Umum, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua sebagai anggota BPAN," ujarnya sesaat setelah dipercaya menjabat Ketua Umum BPAN.

Elisabeth mengajak seluruh kader BPAN merapatkan barisan untuk menjalankan berbagai mandat organisasi selama empat tahun ke depan, termasuk mengawal hasil-hasil Jambore Nasional serta memperkuat perjuangan menjaga dan mengelola wilayah adat.

"Mari kita refleksikan kembali tujuan organisasi kita. Tugas terbesar kita adalah menjaga dan mengurus wilayah adat. Itu hanya bisa diwujudkan jika kita saling bahu-membahu demi masa depan Masyarakat Adat yang lebih baik," tegasnya.

Elisabeth berasal dari komunitas Turunan Op. Ronggur Simanjuntak, Sumatera Utara. Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum BPAN, ia mengemban amanah sebagai Sekretariat Nasional Bidang Administrasi dan Keuangan BPAN periode 2024–2026.

Ketua Umum BPAN terpilih Elisabeth Simanjuntak (tengah) photo bersama Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi usai penutupan Jamnas V BPAN. Dokumentasi AMAN

Amanah dari Leluhur

Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi menyatakan kepemimpinan dalam organisasi bukan sekadar jabatan, melainkan amanah dari tanah leluhur dan seluruh Masyarakat Adat Nusantara. Karena itu, setiap mandat harus dijalankan dengan ketulusan, semangat belajar, dan kerja kolektif.

”Selamat kepada Elisabeth Simanjuntak terpilih sebagai Ketua Umum BPAN. Ini amanah dari tanah leluhur, semoga Pencipta dan leluhur Masyarakat Adat selalu menolongmu,” kata Rukka dalam sambutannya saat menutup Jambore V BPAN pada Kamis, 2 Juli 2026.

Rukka menyatakan tantangan pemuda adat ke depan sangat besar. Karena itu, ia berharap Ketua Umum BPAN terpilih dapat merangkul sebanyak mungkin para pemuda adat dari kampung-kampung guna menjawab tantangan tersebut. Menurutnya, generasi muda adat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai ketidakadilan yang masih dihadapi Masyarakat Adat.

"Pemuda harus memutuskan mata rantai penjajahan dan ketidakadilan. Mereka yang akan memimpin kita melangkah ke masa depan," ujarnya sembari menambahkan perjuangan pemuda adat tidak hanya menyangkut masa depan komunitas Masyarakat Adat, tetapi juga masa depan bumi beserta seluruh isinya.

Pada kesempatan ini, Rukka menyampaikan apresiasi kepada Masyarakat Adat Perigi dan Limbungan atas sambutan hangat selama penyelenggaraan Jamnas V BPAN.

"Berdaulat, mandiri, dan bermartabat merupakan kenyataan yang bisa kita lihat di wilayah adat Perigi dan Limbungan. Terima kasih atas seluruh kasih sayang, makanan, dan penerimaan yang kami rasakan selama berada di sini," tutupnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Nusa Tenggara Barat

Writer : Muh.Nurji | Nusa Tenggara Barat
Tag : Pimpin BPAN 2026-2030 Amanah dari Leluhur