Oleh : Nesta Makuba

Masyarakat Adat berjuang memadamkan kebakaran ladang sagu yang terjadi dalam tiga hari terakhir ini di dusun sagu, kampung Turiram, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. 

Peristiwa kebakaran yang telah berlangsung sejak 17 Oktober 2026 ini mendorong Masyarakat Adat bergotong royong untuk memadamkan api karena khawatir kobaran apinya meluas hingga ke permukiman penduduk. Kebakaran ini juga mencemaskan Masyarakat Adat karena ladang sagu yang terbakar merupakan warisan leluhur yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan mereka sehari-hari. 

Adrianus Tapiama, pemuda adat dari Distrik Kimaam menyatakan kebakaran ini menjadi perhatian Masyarakat Adat dari kampung Turiram. Mereka berusaha bersama-sama untuk mengendalikan kebakaran yang sudah berjalan tiga hari sejak 17 Oktober 2026.

”Sampai saat ini, Masyarakat Adat masih berjuang untuk memadamkan kobaran api yang membakar ladang sagu di kampung Turiram,” kata Adrianus pada Senin, 19 Oktober 2026.

Disebutkan, Masyarakat Adat memiliki hubungan erat dengan wilayah adat dan sumber daya alam yang ada di kampung Turiram. Sejumlah marga ada di wilayah adat ini yakni marga Kelapa, Kinambure, Saham, Kanjini, Werre, Babi, Bangau, Awi, Tumbaima, Mbarawa.

Adrianus menyebut bagi Masyarakat Adat, dusun sagu yang menjadi lokasi kebakaran bukan sekadar kawasan yang ditumbuhi tanaman sagu. Tapi lebih dari itu, wilayah adat ini memiliki arti penting sebagai sumber pangan dan bagian dari ruang hidup yang diwariskan secara turun-temurun.

”Karena itu, kami sangat terpukul dengan peristiwa kebakaran yang melanda dusun sagu. Kebakaran ini menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama, terutama untuk memastikan kondisi kawasan terdampak dan mencegah api tidak meluas ke wilayah sekitarnya,” ungkapnya.

Adrianus berharap peristiwa kebakaran ini dapat segera diatasi agar Masyarakat Adat tidak menghadapi ancaman kebakaran yang dapat mengganggu sumber penghidupan mereka.

Kobaran api masih menyala di ladang sagu yang terbakar di kampung Turiram, Distrik Kimaam, Kabupaten Meruke, Papua Selatan pada Minggu, 18 Oktober 2026. Dokumentasi AMAN

Menjadi Pengingat

Hingga berita ini disusun, belum terkomfirmasi berapa luas ladang sagu yang terbakar di kampung Turiram. Penyebab kebakarannya juga belum diketahui karena Masyarakat Adat masih fokus memadamkan api.

Adrianus mengatakan mereka masih mendata tingkat kerusakan dan dampak kebakaran terhadap sumber pangan serta kehidupan Masyarakat Adat di kampung Turiram.

”Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya perlindungan wilayah adat dan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan Masyarakat Adat,” pungkasnya. (apg)

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Papua

Writer : Nesta Makuba | Papua
Tag : Masyarakat Adat Papua Memadamkan Kebakaran Ladang Sagu