Oleh Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi menyatakan perempuan adat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan, mempertahankan wilayah adat, dan memastikan peradaban Masyarakat Adat tetap bertahan. Peran ini menempatkan Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (PEREMPUAN) AMAN sebagai kekuatan strategis dalam perjuangan kolektif Masyarakat Adat.

“Perjuangan Masyarakat Adat berhasil ketika perempuan adatnya terus bertahan,” kata Rukka dalam sambutannya pada acara penutupan Temu Nasional (TEMUNAS) IV PEREMPUAN AMAN di Bogor, Jawa Barat, Senin (19/10) malam.

Dikatakannya, keberhasilan perjuangan Masyarakat Adat tidak dapat dipisahkan dari ketangguhan perempuan yang terus menjaga kehidupan dan mempertahankan wilayah adat, bahkan ketika tekanan membuat pihak lain menyerah.

Menurut Rukka, ketangguhan perempuan adat tumbuh dari kehidupan komunal di kampung. Dalam kehidupan Masyarakat Adat, keberlangsungan hidup tidak dibangun semata-mata melalui kemampuan individu, tetapi melalui kerja bersama, tanggung jawab terhadap komunitas, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan dan upacara adat.

“Keberlangsungan hidup kita basisnya adalah kolektif,” ujarnya.

Rukka menuturkan nilai kolektivitas tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Perempuan Adat dalam merawat hubungan sosial, menjaga tradisi, dan mempertahankan kehidupan komunitas. Ketika wilayah adat menghadapi ancaman, sebutnya, perempuan kerap berada di garis depan untuk memastikan keluarga, kampung, dan pengetahuan leluhur tetap terjaga.

Rukka mengingatkan bahwa perjuangan ini membutuhkan dukungan seluruh unsur gerakan Masyarakat Adat. Perempuan tidak boleh dibiarkan memikul tanggung jawab sendirian. Organisasi, anggota, dan para pemimpin perlu membangun kepemimpinan bersama yang berakar pada nilai-nilai Masyarakat Adat.

“Kita berasal dari Masyarakat Adat dengan peradaban kepemimpinan kolektif. Keberlangsungan kita sebagai sebuah peradaban Masyarakat Adat karena kepemimpinan kolektif,” tegas Rukka.

Ia juga menegaskan bahwa pemimpin baru PEREMPUAN AMAN harus menjalankan mandat bersama anggota dan seluruh struktur organisasi.

”Dukungan dari organisasi induk, pengurus di berbagai tingkatan, serta anggota menjadi penting agar kepemimpinan tidak berjalan sendiri,” imbuhnya.

Bagi Rukka, orientasi utama kepemimpinan harus tetap berpihak kepada anggota. Ketulusan dan keikhlasan, menurutnya, perlu menjadi pegangan dalam menghadapi tantangan, termasuk ketika muncul kemarahan, kesedihan, atau kekecewaan dalam kerja organisasi.

“Dalam keadaan marah, sedih, kecewa, yang kita ingat adalah anggota. Mereka junjungan kita,” ungkapnya.

Tujuh calon Ketua Umum PEREMPUAN AMAN berdiri berjejer saat penutupan TEMUNAS IV di Bogor, Senin (19/10) malam. Dokumentasi AMAN

Apresiasi Kepemimpinan PEREMPUAN AMAN

Rukka menyampaikan apresiasi kepada kepemimpinan PEREMPUAN AMAN sebelumnya, sembari berharap capaian yang telah dibangun dapat menjadi pijakan bagi kepemimpinan selanjutnya. Ia juga mengingatkan bahwa tugas besar tersebut hanya dapat dijalankan melalui kerja bersama antara pengurus, anggota, dan seluruh struktur organisasi.

Rukka menerangkan pergantian kepemimpinan di PEREMPUAN AMAN bukan sekadar perubahan jabatan, melainkan kesempatan memperkuat konsolidasi dan memastikan perempuan adat tetap memiliki ruang untuk menentukan arah perjuangan.

Ia pun berpesan kepada jajaran pengurus PEREMPUAN AMAN yang baru terpilih agar senantiasa menjaga soliditas serta menjunjung martabat perempuan adat. Sebab, perempuan adat bukan hanya penjaga kehidupan dan pewaris pengetahuan leluhur. Mereka adalah bagian penting dari kekuatan politik kolektif yang memperjuangkan pengakuan, perlindungan wilayah adat, serta keberlanjutan hidup Masyarakat Adat.

Pesan Rukka ini menjadi penegasan bahwa selama perempuan adat terus bertahan dan bergerak bersama, perjuangan Masyarakat Adat akan tetap memiliki kekuatan untuk menjaga wilayah, merawat peradaban, dan mewariskan kehidupan kepada generasi berikutnya. (apg)

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Kalimantan Barat

Writer : Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Kalimantan Barat
Tag : Sekjen AMAN Tutup TEMUNAS IV PEREMPUAN AMAN