34 Komentar

  1. mohon bantuan pak, sy dari muara enim sumsel, saya gugat Hti pt. musi hutan persada, sy punya akta otentik tahun 1981, namun di perdata pgdln negeri muara enim, surat sy dinyatakan kabur dan tdk jelas dkarenakan dlm surat desa sugih waras lalu pd pemeriksaan stempat desa gemawang, padahal sdh djelaskan scr yuridis dan fakta peralihan nama desa, sdgkn obyek sengketa tdk berubah, kmdian pd saat banding prtmbgn hakim mgtkn tdk ada bukti baru, skrg ini sdh tingkat kasasi, mhn bantuan pak, sy orang tdk mampu dan dibodoh bodohin, sy hy menuntut hak saya bdsrkan akta otentik asli dan bkn ftkopi,
    sy menggugat krn tdk ada jalan lain dan dbantu klrga yg sdkt mgerti hukum, berkali kalu menanam. karet namun slalu dgusur. mhn skali bantuan nya pak, dan sy punya bukti2 asli pak
    herman 085384052640

  2. Assalamu’alaikum Wr Wb. Perkenalkan saya Muslem brasal dr Aceh dan aktif di LSM BYTRA-Aceh.
    Terima kasih dan senang sekali bisa brgabung serta sharing informasi dgn AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara).
    Kami di sini sedang mengadvokasi perusahaan HTI yang melanggar hukum. adapun, yang kesulitan kami adalah terkait format (tool) baku dokumen pelaporan kasus pelanggaran hukum oleh IUPHHK-HTI.
    Dokumen pelaporan kasus ini bertujuan untuk mempertajam kami saat investigasi di lapangan terkait pelanggaran hukum oleh perusahaan HTI dan juga sebagai bahan advokasi kami baik di level propinsi atau nasional. Jika pun tidak dimilii oleh AMAN, kami sangat mohon untuk dikasih pencerahan dan mungkin ada di kawan-kawan (lembaga) lain yang pernah menyusun dokumen pelanggaran hukum sbg bahan advokasi.
    terima kasih. 🙂

  3. selamat sore Pak/Bu, saya Brian, saya Alumni Sekolah Tinggi Kesejateraan Sosial (STKS-Bandung), fokus pendidikan Kajian Komunitas Adat Terpencil.
    Saya ingin bertanya Pak/Bu, apakah saat ini AMAN membuka rekrutmen anggota? saya ingin bergabung dan mengabdi dengan AMAN. Saya juga melihat di data Sumatera Utara tidak ada perwakilan Nias, saya ingin mengikutsertakan Nias dalam bagian AMAN ini. Sebelumnya sudah saya hubungi via email, namun masih belum ada balasan.
    Mohon petunjuknya,
    Terimakasih,
    Brian Harefa.

  4. Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di wilayah tempat tinggal saya, yaitu mulai tergerusnya keberadaan Orang Lom/Suku Lom Bangka Belitung, Belinyu (Red-Lom/Belum) bersama hutan mereka. kejadian ini telah terjadi kurang lebih hampair 10 ttahun lamanya.
    Jika AMAN berkenan membantu saya dan rekan – rekan akan menceritakan semuanya, beserta bukti formil dan materil yang sudah dipersiapkan.
    Terimakasih, mohon bantuannya.

  5. Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di wilayah tempat tinggal saya, yaitu mulai tergerusnya keberadaan Orang Lom/Suku Lom Bangka Belitung, Belinyu (Red-Lom/Belum) bersama hutan mereka. kejadian ini telah terjadi kurang lebih hampair 10 ttahun lamanya.
    Jika AMAN berkenan membantu saya dan rekan – rekan akan menceritakan semuanya, beserta bukti formil dan materil yang sudah dipersiapkan.
    Terimakasih, mohon bantuannya. 11

  6. Saya wahyudi kasrul. Mahasiswa fakultas hukum universitas hasanuddin. Saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang hak komunal masyarakat hukum adat. Rencananya saya mau lakukan wawancara dengan pihak AMAN. Mohon petunjuknya.
    Terima kasih

  7. selamat siang,
    saya nyoman suarningrat tri astika, saya mahasiswa S1 fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar, saya akan melakukan penelitin mengenai pelestarian sumber daya perikanan berdasarkan sistem hukum adat sasi perikanan di maluku, terkait penelitian ini, apakah saya boleh meminta bantuan seperti :
    1. data mengenai wilayah-wilayah yang masih ketat melakukan sistem adat sasi tersebut
    2. Orang-orang yang dapat saya hubungi terkait penelitian ini
    3. referensi-referensi yang dapat saya baca terkait dalam penelitian ini
    mohon bantuannya kak, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
    Salam hormat

    Nyoman Suarningrat
    Hp: 085696060944
    line : nyomsuarningrat

  8. Mohon bantuanya pak saya mahyudi dari kalimantan timur kec kutai timur desa sepaso timur bengalon saya mengklem pt pik (perkasa inakakerta) dalam hal ini menuntut hak sya untuk membebaskan lahan atau tanah saya yg terkena banjir akibat dr perusahaan tersebut tetapi dr pihak perusaahan tidak mau membayar lahan saya tersebut dan sebagai rakyat kecil yang tidak mampuh dan bodoh, saya tidak tau harus berbuat apa untuk mendapatkan hak saya jdi sekali lagi saya meminta bantuan dari bapak yg ada di aman (aliansi masyarakat adat nusantara) untuk membantu saya mendapatkan hak saya. dan saya punya bukti surat kepemilikan tanah tersebut. Terima kasih
    Ini no hp saya082190576777

  9. Salam Nusantara. Saya Lalu Theo, mahasiswa Universitas Brawijaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan, Ilmu Politik. Jika ingin magang di AMAN. Syaratnya seperti apa yaa?

  10. Dear AMAN

    Kami mohon pendampingan dan bantuan untuk mendapat hak atas tanah adat masyarakat Desa Rantau Suang, Desa Lunuk Bagantung dan Desa Tumbang Saluang di wilayah Kab. Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah.
    Surat permohonan telah masuk ke sekretariat Pemda Kabupaten sejak April 2016. Tapi hingga saat ini blm ada kunjungan Tim IP4T untuk memverifikasi tanah adat tsb. Masyarakat diminta menunggu tapi tidak jelas hingga kapan.

    Tolong kami dari Aman, jika ada perwakilan di Kalteng, kami ingin berkoordinasi.

    Terimakasih
    081264268706 / Lusi

  11. Selamat pagi, apakah ada perwakilan AMAN di lampung/ bandar lampung ?
    Perkenalkan nama saya Nila Arsita mahasiswa s1 universitas lampung , jurusan ilmu administrasi negara
    Kami agak kesulitan mencari alamat AMAN di lampung
    Mohon infonya admin
    Terimakasih..

  12. Saya Retno Kusumastuti, staf pengajar dan peneliti dari Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia. Kami adalah peneliti dan penggiat pengabdian masyarakat yang tertarik di dalam keberlanjutan, determinasi dan kemandirian masyarakat adat. Dalam waktu dekat berminat untuk mengadakan seminar terkait dengan topik PENGUATAN INOVASI INDIGENOUS di Indonesia. Untuk itu mohon arahan siapa sebaiknya nara sumber dan peserta yang tepat dan kami berharap dapat bersinergi dengan program AMAN. Keterlibatan penggiat AMAN tentunya akan mempengaruhi aktifitas terkait indigenous people di kampus UI. Kontak saya 0817170943. Terima kasih atas bantuannya

  13. Selamat Sore, Saya Petrus Putut dari Ilmu Politik Universitas Indonesia. Saya dan beberapa teman saya berencana melakukan penelitian soal masyarakat minoritas adat, terutama Suku Baduy. Oleh karena itu, kami berencana untuk berdiskusi dan berkonsultasi dengan AMAN agar kami semakin clear dalam melihat permasalahan masyarakat Baduy. Apakah kami bisa mengunjungi dan berdiskusi di sekretariat AMAN dalam rentang waktu Kamis-Rabu minggu depan.

    Terima Kasih

  14. Ass wr wb. Pagi, kami masyarakat adat Tebo mengadu masalah kami. Kami saat ini bermasalah dengan PT. LAJ (lestari asri jaya), karena pihak PT melalukan penggusuran lahan secara semena-mena tanpa ada mediasi sama masyarakat pemilik lahan. Baik tanah kosong maupun ada tanamannya di gusur habis. Kami sudah berlindung dengan selama sebulan melalui PD. AMAN Tebo. Tetapi dalam perjalanannya kami hanya dijanjikan dan pengurusannya lambat. Dana swadaya sudah kami galangan untuk itu. Tetapi pihak PT malah merajalela melakukan penggusuran. Akibat dari itu kami langsung ke PW AMAN Jambi dan PP MAN. Ujungnya sama saja, spanduk, bendera merah putih dan bendera aman di cabut dan dicampakkan oleh pihak PT . Bahkan keberadaan AMAN di Tebo dianggap ilegal. Kami saat ini mau mengadu kemana. Kalau masalah materi kami masyarakat adat pasti kalah dalam hal ini. Kami butuh yg berpihak dan punya hati nurani.

  15. Ass wr wb. Siang jelang sore. Mohon informasinya, di desember 2017 kami masyarakat tebo mengadukan masalah sengketa lahan antara masyarakat dgn pihak pt. Laj kepada perwakilan AMAN tebo. Tetapi seiring perjalanan perjuangan dinyatakan ilegal. Sebenarnya kepada siapa kami mengadu, padahal kami berharap banyak, dikarenakan kami banyak dirugikan oleh pihak pt. Laj yg melakukan penggusuran semena-mena.

  16. Apakah hanya karena uang masalah kami tergadaikan. Lahan yg sudah Ada tanamannya juga digusur. Apakah kami sebagai masyarakat tidak berhak atas lahan untuk hidup kami. Walaupun itu namanya lahan HP. Apakah hanya PT yg berhak untuk itu.

Leave a Reply