Oleh Dika Setiawan

Ratusan orang Masyarakat Adat mengungsi setelah puluhan rumah di Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terbakar dilalap api pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 Wib tersebut diduga akibat korsleting listrik di area MCK umum yang terletak di pinggir pemukiman dekat Imah Gede (rumah utama) Kasepuhan Ciptamulya.

Api yang berasal dari salah satu bangunan dekat Imah Gede tersebut dengan cepat menyambar rumah-rumah adat lainnya karena angin kencang dan kemarau extrem serta material bangunan rumah yang terbuat dari berbahan bambu, kayu dan atap ijuk.

Ua Alo, salah seorang tokoh adat yang menjadi korban kebakaran, mengatakan saat terjadi kebakaran, kampung sedang sepi sehingga tidak ada yang membantu untuk memadamkan api saat kebakaran melalap rumah warga. Alo sendiri mengaku saat kebakaran sedang melayat ke rumah warga yang meninggal di kampung bawah.  Dirumahnya hanya ada dua orang beserta anak kecil.

”Kampung sedang sepi saat terjadi kebakaran, sehingga tidak ada yang bantu memadamkan api. Paling lama setengah jam, apinya sudah menghanguskan permukiman disini,” kata Ua Alo usai kebakaran, Sabtu (25/7/2026).   

Tak Ada Korban Jiwa 

Vilka dari pegawai Pemerintah Desa Sirnaresmi yang juga tim penggalangan dana bantuan untuk korban kebakaran menyebut ada sekitar 51 unit rumah ada yang habis terbakar tak tersisa dari peristiwa kebakaran ini. Selain itu, 10 rumah rusak berat dan beberapa rumah lainnya rusak ringan.

Vilka menambahkan selain itu, puluhan lumbung padi tempat penyimpanan cadangan pangan Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptamulya habis terbakar. Namun, kebakaran ini tidak memakan korban jiwa.

”Tidak ada korban jiwa, tapi ratusan orang Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptamulya kehilangan tempat tinggal setelah rumah yang mereka tinggali ludes dilalap api,” kata Vilka pada Minggu, 26 Juli 2026.

Vilka menyatakan kerugian yang ditanggung oleh Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptamulya akibat kebakaran ini belum diketahui. Namun, jika dilihat dari jumlah bangunan rumah yang ludes dan rusak akibat kebakaran maka kerugian ditaksiran miliaran rupiah. Sebab, ada gamelan yang harganya sekitar Rp 680 juta ikut terbakar.

"Total kerugiannnya belum dihitung, nanti disampaikan,” katanya sembari menyebut saat ini para korban kebakaran mengungsi dan butuh bahan pokok makanan, pakaian, obat-obatan, perlengkapan bayi dan kebutuhan pokok lainnya.

Suasana di lokasi pengungsian korban kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (26/7) malam. Dokumentasi AMNA

420 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kuswan Hermawan dari BPBD Kabupaten Sukabumi menyatakan berdasarkan data sementara, rumah yang hangus terbakar dalam peristiwa ini mencapai 70 unit. Rumah-rumah yang hangus terbakar tersebut dihuni sekitar 420 jiwa.

”Ada 70 kepala keluarga atau 420 jiwa yang saat ini kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya ludes terbakar api,” sebutnya.

Kuswan menerangkan saat terjadi kebakaran, sebagian besar Masyarakat Adat sedang beraktivitas di kebun masing-masing sehingga banyak rumah yang hangus terbakar. Barang-barang milik Masyarakat Adat juga banyak yang tidak bisa diselamatkan. 

”Waktu kejadian (kebakaran), sebagian besar warga masih di kebun, sebagian kecil yang tinggal di rumah. Mereka saling bahu membahu menyelamatkan diri saat kebakaran, tak sempat menyelamatkan barang-barangnya,” ungkapnya.

Kuswan mengatakan BPBD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Sosial telah bergerak mendistribusikan bantuan darurat, terutama kepada korban yang ada di tenda pengungsian.

"BPBD dan Dinas Sosial telah mendirikan tenda pengungsian sementara, bantuan sudah kita distribusikan ke tenda pengungsian," ujarnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Banten Kidul

Writer : Dika Setiawan | Banten Kidul
Tag : Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptamulya Mengungsi Usai Kebakaran