PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan Terbentuk di Kalimantan Utara : Siap Jaga Budaya dan Wilayah Adat
04 Juni 2026 Berita Sri TiawatiOleh Sri Tiawati
Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Ulun Pagun Borneo Nunukan memfasilitasi terbentuknya Pengurus Harian Komunitas PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan di Kalimantan Utara pada Minggu, 31 Mei 2026.
Pembentukan salah satu organisasi sayap AMAN ini menjadi babak baru bagi perjuangan dan pemberdayaan perempuan adat di Kabupaten Nunukan. PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan siap melangkah maju melestarikan budaya, menjaga wilayah, dan membangun kedaulatan Masyarakat Adat.
Sekretaris Pengurus Harian Komunitas PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan Yuni Nazira menyatakan bersyukur atas terbentuknya organisasi ini. Yuni berharap semoga wawasan dan pengetahuan perempuan adat semakin luas seiring terbentuknya PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan. Ia juga berharap kehadiran organisasi ini mampu membangun kesadaran seluruh Masyarakat Adat di Desa Binusan untuk merawat dan menjaga kearifan lokal Suku Tidung agar tetap lestari dan bisa diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang.
”Mari kita rawat dan jaga kearifan lokal Suku Tidung. Ditengah arus modernisasi sekarang ini, kita tidak boleh melupakan jati diri,” kata Yuni Nazira disela pembentukan Pengurus Harian Komunitas PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan.
Yuni menerangkan tujuan dari pembentukan organisasi PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan untuk memperkuat peran perempuan adat sebagai pilar utama penjaga identitas, budaya, dan wilayah adat. Ditambahkannya, pembentukan organisasi ini juga sebagai deklarasi nyata bahwa perempuan adat memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian warisan leluhur di tengah arus zaman yang terus berubah.
”PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan siap menjaga budaya dan kedaulatan Masyarakat Adat,” tandasnya sembari mengajak perempuan adat dari Suku Tidung Binusan untuk tidak melupakan sejarah dan masa lalunya agar budaya tetap hidup dan bersinar sepanjang masa.
Bukan Berdiri Sendiri
Ketua Pelaksana Harian AMAN Daerah Ulun Pagun Borneo Nunukan, Ramli menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terbentuknya kepengurusan PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan. Ia menegaskan kehadiran organisasi ini bukanlah berdiri sendiri, melainkan bagian tak terpisahkan dari sistem kelembagaan adat yang utuh.
Ramli memiliki harapan yang sangat besar agar kepengurusan PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan ini dapat menjalin kerja sama yang erat, selaras, dan bersinergi penuh dengan AMAN dalam mewujudkan cita-cita Masyarakat Adat yang mandiri, bermartabat dan sejahtera.
”Mari kita bergandeng tangan, bahu-membahu dalam melestarikan budaya dan menjaga wilayah adat yang menjadi nyawa dan jati diri kita agar tetap utuh, lestari, dan terjaga hak-hak pengelolaannya agar tercipta Masyarakat Adat yang sejahtera," kata Ramli penuh semangat.
Ramli menambahkan terbentuknya kepengurusan PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan menjadi bukti nyata bahwa perempuan adat adalah kekuatan besar. Ia mengajak semua elemen Masyarakat Adat untuk mendukung kepengurusan ini.
”Kini, langkah kaki telah disusun, rencana telah digariskan, dan pemimpin telah ditetapkan. Saatnya, melangkah maju menjaga wilayah dan membangun kedaulatan Masyarakat Adat,” tandasnya.

Suasana pembentukan pengurus PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan di Kalimantan Utara. Dokumentasi AMAN
Tiga Pilar Program Utama
Kepengurusan Harian Komunitas PEREMPUAN AMAN Tidung Binusan masa bakti 2026–2031 telah terbentuk. Berdasarkan hasil musyawarah dan kepercayaan penuh dari seluruh peserta, terpilih Ervina sebagai Ketua, Yuni Nazira sebagai Sekretaris dan Faujiah sebagai Bendahara.
Ketiga nama ini selanjutnya memegang tongkat estafet kepemimpinan, dengan tanggung jawab besar untuk memimpin gerakan PEREMPUAN AMAN di Desa Binusa, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Sejumlah program kerja unggulan telah disusun, dengan menitiberatkan pada tiga pilar program utama meliputi penggalian jejak sejarah agar kisah perjuangan dan nilai-nilai masa lalu tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus, menghidupkan kembali budaya agar tidak luntur tergerus waktu, mencerdaskan dan memberdayakan perempuan adat melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kapasitas diri agar semakin cerdas dan berdaya saing.
***
Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Kalimantan Utara