Oleh Arnol Prima Burara

Wilayah adat Pali di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang dipercaya menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VII siap menyuguhkan keindahan destinasi alamnya kepada peserta kongres yang akan berlangsung pada Maret 2027 mendatang.

KMAN VII bukan hanya menjadi ruang pertemuan bagi puluhan ribuan Masyarakat Adat Nusantara dan mancanegara, tetapi juga kesempatan untuk menikmati kekayaan budaya dan keindahan alam yang dimiliki oleh tuan rumah : wilayah adat Pali yang siap memanjakan peserta KMAN VII dengan keindahan kampung adatnya.

Wilayah adat Pali akan menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar mengikuti rangkaian KMAN VII. Di kawasan ini, peserta kongres akan disambut oleh deretan Tongkonan yang masih mempertahankan bentuk dan nilai arsitektur leluhur. Suasana pegunungan yang sejuk, hamparan hutan yang hijau, serta keramahan Masyarakat Adat menjadikan Pali sebagai tempat yang nyaman untuk beristirahat, sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan Masyarakat Adat Toraya.

Pali memiliki destinasi alam yang layak dikunjungi peserta KMAN VII yaitu Sarambu Assing, air terjun alami yang masih terjaga keasriannya. Dalam bahasa lokal, "Sarambu" berarti air terjun, sementara "Assing" merupakan nama tempat yang telah dikenal turun-temurun oleh Masyarakat Adat setempat.

Air terjun dengan ketinggian sekitar 30 meter ini berada di kawasan hutan yang masih lestari. Gemuruh air yang jatuh dari tebing, udara pegunungan yang segar, serta rindangnya pepohonan menghadirkan suasana tenang yang sulit ditemukan di tempat lain. Meski berada di tengah kawasan hutan, Sarambu Assing tetap mudah dijangkau dari perkampungan.

Dari lokasi penyelenggaraan KMAN VII, perjalanan menuju Sarambu Assing diperkirakan memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit menggunakan kendaraan roda dua. Akses menuju lokasi juga relatif nyaman karena sebagian besar jalan telah menggunakan konstruksi beton, sehingga perjalanan dapat ditempuh dengan aman sambil menikmati panorama alam khas pegunungan Toraya.

Bagi peserta KMAN VII, berkunjung ke Sarambu Assing dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang setelah mengikuti rangkaian kegiatan kongres. Destinasi ini menawarkan pengalaman menikmati alam yang masih alami, sekaligus menyaksikan bagaimana Masyarakat Adat Pali menjaga hutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan, budaya, dan warisan leluhur mereka.

Perkampungan wilayah adat Pali di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Dokumentasi AMAN

Permata yang Tersembunyi

Herman Sarira, salah seorang tokoh adat Pali menyatakan kesiapan mereka menjadi tuan rumah KMAN VII. Herman menambahkan akan mempersiapkan agenda akbar Masyarakat Adat Nusantara ini secara matang hingga berjalan dengan baik. Ia juga memastikan peserta kongres akan dimanjakan dengan keindahan destinasi alam yang dimiliki Pali.

”Wilayah adat Pali miliki destinasi wisata yang cukup indah untuk dinikmati peserta KMAN VII. Kami percaya peserta akan nyaman berada di Pali,” kata Herman Sarira pada Minggu, 28 Juni 2026.

Herman menjelaskan wilayah adat Pali dikenal dengan destinasi alamnya yang masih asri. Disebutnya, salah satu ikon destinasi alam yang dimiliki wilayah adat ini adalah air terjun Sarambu Assing. Herman yakin destinasi ini akan menjadi opsi bagi peserta kongres untuk menikmati destinasi alam yang indah di Pali.

Herman mengatakan di wilayah adat Pali, setiap langkah adalah perjalanan mengenal budaya, setiap hembusan udaranya membawa kesejukan pegunungan, dan setiap sudut alamnya menyimpan cerita tentang hubungan harmonis antara Masyarakat Adat dan tanah leluhurnya.

”Selamat datang di wilayah adat Pali, sempatkan menikmati pesona Sarambu Assing. Destinasi ini merupakan permata tersembunyi yang kami miliki,” tutupnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Toraya, Sulawesi Selatan

Writer : Arnol Prima Burara | Toraya, Sulawesi Selatan
Tag : AMAN Toraya KMAN VII Wilayah Adat Pali Sarambu Assing