Ramuan Paku Air untuk Kesehatan Ibu Hamil
31 Agustus 2026 Berita Delly SarmiantiOleh Delly Sarmianti
Masyarakat Adat di Kenegerian Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar memiliki banyak cara pengobatan dengan memanfaatkan herbal atau tanaman obat. Salah satunya adalah pengobatan tradisional untuk ibu hamil dengan menggunakan tanaman paku air.
Cara pengobatan itu jamak dipakai para dukun bayi atau bidan kampung di Kampar, terutama di Kenegerian Kuntu. Teknik pengobatan tersebut sudah dipraktekan dan diturunkan lintas generasi sejak jaman dulu.
Menurut Ida Rasniaty, salah seorang dukun bayi di Kenegerian Kuntu, pengobatan menggunakan paku air tersebut tidak memiliki efek samping alias aman. Obat tersebut digunakan dengan cara dioleskan ke perut, menjadi pelengkap pijat kehamilan. “Ada 3-7 orang perempuan hamil datang ke rumah untuk pijat kehamilan,” ujar Ida pada Ahad, 12 Juni 2026.
Pijat kehamilan dilakukan untuk memperbaiki posisi bayi dan mengurangi ketegangan berlebih pada perut ibu hamil. Setelah diurut, pasien diberi olesan paku air. Pengolesan paku air pada perut bertujuan untuk memberikan kesegaran sekaligus merangsang kelincahan bayi.
Ramuan yang digunakan untuk meracik obat berbahan paku air. Adalah:
- Paku air yang sudah tua daunnya. Ini untuk merangsang kesuburan janin
- Daun buah keras. Ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan fisik janin.
- Daun timun dondang. Berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan janin.
- Daun sacegek. Daun ini beraroma tajam dan dipercaya bisa melindungi bayi dari makhluk gaib.
Olahan obat paku air itu biasanya diberikan pada ibu hamil yang kandungannya sudah berusia 4 bulan. Selama hamil obat ini bisa dibuat 4- 5 kali sebelum anak lahir. “Artinya makin sering menggunakan paku air makin subur anak dalam kandungan,” kata Ida.
***
Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Kampar, Riau