Oleh Dirga Y Tandi

‎Panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VII terus melakukan berbagai persiapan untuk mensukseskan gelaran akbar Masyarakat Adat se-Nusantara yang akan dipusatkan di Toraya, Sulawesi Selatan pada Maret 2027 mendatang.

‎Konsep dan rencana kerja ke depan terus dimatangkan oleh panitia, mulai dari bidang kesekretariatan, bidang acara dan persidangan, konsumsi, pemondokan serta pendataan akomodasi (penginapan di rumah warga). Bahkan, desain panggung utama, panggung budaya dan konsep teknis lainnya sudah dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di wilayah adat Bittuang, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja pada Senin, 14 September 2026.

Pertemuan dihadiri langsung Ketua Umum Panitia KMAN VII Abdi Akbar, penasehat serta unsur ketua dan koordinator tiap bidang. Pertemuan juga turut dihadiri para tetua dan perwakilan Masyarakat Adat Bittuang, Balla, Pali dan Se'aeng yang akan menjadi tempat pelaksanaan KMAN VII.

‎Abdi Akbar dalam pertemuan ini menyampaikan beberapa hal penting yang telah final dan disepakati yaitu logo dan tema KMAN VII.

‎‎"Logo menyimbolkan Masyarakat Adat Toraya dalam falsafah Tallu Lolona  atau Tiga Pucuk Kehidupan yaitu Lolo Tau (Manusia), Lolo Tananan (Tumbuhan) dan Lolo Patuoan (Hewan)," terangnya.

‎Selain logo, Abdi juga menyampaikan tema KMAN VII adalah "Perkuat Persatuan Solidaritas, Teguhkan Kedaulatan, Rawat Bumi dan Peradaban yang Berkeadilan".

‎Dalam kesempatan ini, Abdi juga menjelaskan gambaran umum serta agenda-agenda KMAN VII. Ia berharap dukungan dan kerjasama dari semua Masyarakat Adat Toraya agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

‎"Kita akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan setiap bidang ke depan untuk mempersiapkan KMAN VII ini dengan baik," ujarnya.

‎Abdi menjelaskan kongres ini merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi AMAN yang dilaksanakan 5 tahun sekali. Di kongres ini akan membahas perkembangan dan situasi-situasi Masyarakat Adat, apa capaian selama ini dan apa yang akan dilakukan kedepan.

Ketua PH AMAN Toraya Romba Marannu Sombolinggi (berdiri) sedang memberikan laporan pada rapat panitia  KMAN VII di wilayah adat Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan pada 14 September 2026. Dokumentasi AMAN

Bergandengan Tangan Mensukseskan KMAN VII

‎Wakil Ketua I Panitia KMAN VII Romba Marannu Sombolinggi' yang juga Ketua Pelaksana Harian AMAN Daerah Toraya menerangkan KMAN VII merupakan acara akbar yang akan dihadiri ribuan Masyarakat Adat. Oleh karena itu, persiapannya harus dilakukan secara matang mulai dari sekarang.

‎‎”Toraya sudah diputuskan menjadi tuan rumah KMAN VII. Kita bukan orang Toraya kalau menolak keputusan ini, untuk itu mari kita betul-betul mempersiapkan diri menyambut tamu-tamu kita yang jumlahnya ribuan orang," kata Romba.

‎Romba dalam rapat panitia KMAN VII menegaskan agar setiap panitia bidang betul-betul komitmen menjalankan tugasnya masing-masing. Romba menyatakan ini kesempatan bagi Masyarakat Adat Toraya untuk membuktikan soliditas dan kemampuan mereka dalam mengemban amanah sebagai tuan rumah pelaksanaan KMAN VII. 

‎‎"Ini kesempatan luar biasa, mari kita bergandengan tangan, menyatukan komitmen sebagai tuan rumah KMAN VII yang telah dipercaya Masyarakat Adat se-Nusantara," ungkapnya sembari berharap pelaksanaan KMAN VII berjalan lancar dan sukses. (apg)

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Toraya, Sulawesi Selatan

Writer : Dirga Yandri Tandi | Toraya, Sulawesi Selatan
Tag : Sulawesi Selatan Toraya Persiapan KMAN VII