Oleh Imanuel Kaloh

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara menggelar kegiatan pelatihan community organizer bagi pemuda adat selama empat hari pada 22-25 Januari 2026.

Pelatihan penggerak masyarakat yang diikuti 15 orang pemuda adat dari berbagai komunitas ini bertujuan untuk  membangun kekuatan kolektif dalam rangka memperjuangkan keadilan, kedaulatan, dan keberlanjutan Masyarakat Adat di Indonesia.

Enjel Koapaha, salah seorang peserta pelatihan dari komunitas Masyarakat Adat Bantik mengatakan pelatihan community organizer ini sangat penting sekali bagi pemuda adat. Enjel mengaku setelah mengikuti pelatihan, dirinya dapat memahami lebih dalam tentang perjuangan Masyarakat Adat, khususnya dalam menjaga wilayah adat, identitas budaya, dan hak-hak kolektif. Selain itu, imbuhnya, kegiatan ini juga melatih pemuda adat  berperan aktif dalam mendukung pengorganisasian Masyarakat Adat agar lebih berdaya dan mandiri.

“Banyak pengetahuan baru yang didapatkan dari pelatihan ini. Kegiatannya sangat bermanfaat dan relevan dengan perjuangan Masyarakat Adat saat ini,” kata Enjel usai acara penutupan pelatihan community organizer di rumah AMAN Sulawesi Utara, Minggu (25/1/2026).

Enjel mengatakan pelatihan community organizer atau penggerak masyarakat ini sangat menginspirasi, terutama semangat kebersamaan yang dipertunjukan para peserta dan fasilitator. Pelatihan ini juga telah membuka wawasan peserta dalam memahami realitas perjuangan Masyarakat Adat yang sering terpinggirkan.

Ia berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pemuda adat agar semakin banyak kader yang siap melanjutkan perjuangan Masyarakat Adat.

"Kita berharap banyak kader yang muncul setelah mengikuti pelatihan ini guna menyokong perjuangan AMAN dalam menegakkan keadilan, kedaulatan, dan keberlanjutan Masyarakat Adat di Indonesia," ujarnya.

Hal senada disampaikan Aldo Palandeng dari pemuda adat Ranoketang. Aldo mengaku banyak sekali ilmu yang diperolehnya setelah mengikuti pelatihan penggerak masyarakat ini, terutama tentang perjuangan Masyarakat Adat dan AMAN.

Peserta pelatihan Community Organizer sedang photo bersama. Dokumentasi AMAN

Membangun Kapasitas Pemuda Adat

‎Ketua  Pelaksana Harian AMAN Wilayah Sulawesi Utara Kharisma Kurama menyatakan keikutsertaan pemuda adat dalam pelatihan ini untuk memberi penjelasan tentang organisasi, sekaligus untuk memperkuat pemahaman akan keberagaman Masyarakat Adat di Sulawesi Utara.

‎‎Disebutnya, dalam dua tahun terakhir, daerah ini menghadapi berbagai tantangan sehingga  membangun kapasitas pemuda adat melalui pelatihan community organizer menjadi hal yang sangat penting untuk saat ini.

‎‎”Kita sadari kondisi di Sulawesi Utara saat ini tidaklah baik-baik saja, mulai dari kebijakan tambang hingga munculnya kelompok tertentu yang mengaku sebagai Masyarakat Adat. Ini tantangan kita disini,” kata Kharisma.

‎Kharisma berharap melalui kegiatan ini peserta mampu mengidentifikasi diri, memilah informasi yang bermanfaat, serta menjadi agen perubahan yang fokus dalam menjalankan gerakan Masyarakat Adat yang berdaulat.

‎‎“Banyak hal yang bisa diperoleh peserta dari pelatihan ini, bisa mempelajari analisis sosial wilayah adat, metode ketrampilan dalam memfasilitasi persoalan Masyarakat Adat, serta rencana pembangunan dan penentuan nasib sendiri,”tegasnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Sulawesi Utara

Writer : Imanuel Kaloh | Sulawesi Utara
Tag : Pemuda Adat PD AMAN Sulawesi Utara Pelatihan Community