Oleh Etzar Franky Tulung

Pengurus Nasional Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) mulai melakukan konsolidasi pembentukan pengurus di daerah, ditandai dengan terbentuknya Pengurus Daerah AJMAN Sulawesi Utara melalui musyawarah mufakat yang digelar di Wale AMAN Sulawesi Utara, Kota Manado pada Jumat, 13 Februari 2026.

Konsolidasi pembentukan Pengurus Daerah AJMAN Sulawesi Utara ini menjadi awal pergerakan organisasi dalam “menguasai narasi dan merebut gelombang” pasca organisasi sayap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ini dideklarasikan pada 9 Agustus 2025 di Kesepuhan Guradog, Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua Umum AJMAN Apriadi Gunawan mengatakan konsolidasi pembentukan Pengurus Daerah AJMAN di Sulawesi Utara menjadi tonggak baru dalam sejarah perjalanan organisasi ini ke depan. Apriadi berharap setelah ini, konsolidasi pembentukan pengurus AJMAN di daerah lain bisa berjalan lancar.

“Kita awali konsolidasi pembentukan pengurus AJMAN dari Sulawesi Utara, selanjutnya kita akan bergerak ke daerah lain. Konsolidasi ini akan terus kita lakukan untuk memastikan roda organisasi bergerak semakin besar,” kata Apriadi Gunawan dalam sambutannya saat menghadiri pembentukan Pengurus Daerah AJMAN Sulawesi Utara.   

Apriadi menyatakan pembentukan pengurus AJMAN di Sulawesi Utara menjadi awal dari pergerakan organisasi dalam “menguasai narasi, merebut gelombang”. Melalui konsolidasi organisasi ini diharapkan lahir pengurus daerah yang tangguh dan peka terhadap persoalan Masyarakat Adat yang akhir-akhir ini banyak dikriminalisasi dan dirampas wilayah adatnya. Apriadi mengingatkan pengurus AJMAN harus bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi Masyarakat Adat.  

“Pengurus AJMAN harus menjadi yang terdepan dalam setiap permasalahan Masyarakat Adat. Untuk itu, pentingnya organisasi ini melahirkan pengurus-pengurus yang siap untuk mengambil alih ruang produksi wacana yang selama ini menempatkan Masyarakat Adat sebagai obyek,” jelasnya.

Apriadi menegaskan AJMAN ini bukan sekedar organisasi, tapi gerakan kultural dan politis yang sangat penting ke depan.

Bukan Sekedar Formalitas Struktural

Badan Koordinasi AJMAN Region Sulawesi, Imanuel Kaloh, yang turut hadir dalam pembentukan PD AJMAN Sulawesi Utara mengatakan pembentukan pengurus daerah  sebagai momentum krusial bagi keberlanjutan dan akselerasi organisasi di tingkat daerah.

Menurutnya, momentum ini sangat penting untuk memperkuat fondasi organisasi.

“Pembentukan kepengurusan daerah bukan sekadar formalitas struktural, melainkan langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi dan memperluas kerja-kerja jurnalistik Masyarakat Adat,” tegasnya.

Imanuel Kaloh berharap seluruh pengurus dan anggota Jurnalis Masyarakat Adat di Sulawesi Utara mampu membangun sinergi yang kuat, baik secara internal organisasi maupun dengan berbagai pihak eksternal.

“Sinergi ini penting, terutama dalam menginformasikan berbagai harapan serta persoalan yang dihadapi Masyarakat Adat,” imbuhnya sembari menambahkan Jurnalis Masyarakat Adat memiliki peran strategis dalam menyuarakan realitas di akar rumput.

Perkuat Kapasitas Anggota

Di waktu bersamaan, Ketua terpilih PD AJMAN Sulawesi Utara, Etzar Tulung menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah ini. Menurutnya, amanah yang diberikan kepadanya bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral dalam memperjuangkan suara Masyarakat Adat.

Etzar menegaskan bahwa Masyarakat Adat bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi merupakan denyut nadi kehidupan yang terus hidup hingga kini.

“Fakta hari ini, suara Masyarakat Adat sering kali terpinggirkan dan diabaikan. Di sinilah peran kita sebagai Jurnalis Masyarakat Adat menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Etzar menekankan Jurnalis Masyarakat Adat bukan hanya bertugas mencatat sejarah. Lebih dari itu, merupakan perawat nilai-nilai leluhur, serta penyambung suara komunitas yang selama ini kurang disuarakan.

Lebih lanjut, kehadiran Jurnalis Masyarakat Adat bertujuan memastikan setiap ingatan cerita, bahkan identitas diri tidak hilang ditelan perubahan zaman.

Ke depan,  Etzar berharap AJMAN dapat memperkuat kapasitas anggota melalui peningkatan kualitas penulisan, perluasan jaringan, serta penguatan solidaritas antar komunitas.

“Kita harus menghadirkan jurnalis yang berpihak pada kebenaran, berakar pada nilai adat, serta kelestarian lingkungan,” tegasnya sembari mengajak seluruh anggota menjadikan organisasi sebagai ruang belajar, bertumbuh, sekaligus ruang perjuangan bersama, bukan sekadar tempat berkumpul.

Pimpinan sidang sedang membacakan keputusan atas terpilihnya Etzar Franky Tulungan sebagai Ketua PD AJMAN Sulawesi Utara. Dokumentasi AMAN

Strategi Gerakan Memperkuat Posisi Masyarakat Adat

Ketua Pelaksana Harian AMAN Wilayah Sulawesi Utara, Kharisma Kurama mengatakan terbentuknya AJMAN di Sulawesi Utara ini merupakan bagian dari strategi gerakan untuk memperkuat posisi Masyarakat Adat melalui media.

Menurutnya, selama ini Masyarakat Adat lebih sering menjadi objek pemberitaan, bukan subjek yang menceritakan realitasnya sendiri.

“AJMAN ini adalah upaya membangun kekuatan dari dalam komunitas. Masyarakat Adat harus mampu mendokumentasikan, menulis, dan menyuarakan sendiri realitas, pengetahuan, serta persoalan yang mereka hadapi. Media adalah alat perjuangan, dan Jurnalis Masyarakat Adat adalah bagian penting dalam perjuangan mempertahankan wilayah, identitas, dan hak-hak Masyarakat Adat,” ujarnya.

Kharisma berharap AJMAN tetap terus aktif menulis, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan informasi dari komunitasnya masing-masing.

“Kami berharap Jurnalis Masyarakat Adat tetap konsisten, berintegritas, dan berpihak pada kebenaran, sehingga suara Masyarakat Adat di Sulawesi Utara semakin kuat dan tidak lagi terpinggirkan,” pungkasnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Sulawesi Utara

Writer : Etzar Franky Tulung | Sulawesi Utara
Tag : Sulawesi Utara Pengurus AJMAN Terbentuk