Masyarakat Adat di Kenegerian Kuntu Percaya Anak Pisang Dapat Menyembuhkan Penyakit
07 Agustus 2026 Berita Delly SarmiantiOleh Delly Sarmianti
Seorang ibu rumah tangga berusia 36 tahun kini bernafas lega karena sudah bisa tidur nyenyak dan tidak lagi menggunakan kursi roda. Perempuan bernama Azmiati tersebut tadinya tidak bisa tidur dan sudah dua tahun duduk di kursi roda.
Dokter tidak menemukan penyakitnya. Keluarga sudah berencana membawanya untuk berobat ke Malaysia. Tapi rencana tersebut batal karena Azmiati sembuh dari penyakitnya setelah berobat tradisional dengan anak pisang.
”Sekarang saya sudah bisa tidur dan tidak menggunakan kursi roda lagi. Tadinya, kalau tidur badan sakit, tangan dan kaki kaku tidak bisa digerakkan, badan panas seperti bara, kepala sakit serasa mau pecah. Tapi, setelah berobat tradisional dengan anak pisang, semua penyakit tadi hilang,” katanya dengan wajah sumringah saat ditemui di rumahnya belum lama ini.
Pengalaman yang sama juga dialami Sunar. Pria berusia 55 tahun ini menjelaskan tadinya matanya sakit tidak bisa melihat. Ia menngibaratkan seperti ada batu krikil dan asap di dalam mata. Sunar mengatakan saat berobat ke rumah sakit, dokter bilang matanya harus dioperasi. Kalau tidak bisa buta permanen.
Berbekal doa dan ikhtiar, Sunar mencoba mengobati matanya dengan obat tradisional anak pisang.
”Alhamdulillah, atas izin Allah dengan anak pisang, mata saya sembuh. Tidak jadi operasi,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Tanpa Efek Samping
Ida Rasniaty, salah seorang dukun kampung di Kenegerian Kuntu, Kabupaten Kampar, Riau menjelaskan sampai saat ini masih banyak orang kampung yang berobat dengannya menggunakan obat tradisional anak pisang. Kalau ada orang tua, remaja, anak-anak yang sakit, cukup diobati dengan anak pisang langsung sembuh.
Ida mengaku sejak pagi hingga sore, ada saja orang sakit yang datang ke rumahnya untuk berobat tradisional. Disebutnya, setiap hari ada 3 sampai 7 orang yang datang untuk meminta obat anak pisang.
”Berobat anak pisang ini tanpa efek samping, cukup dioleskan anak pisang ke kepala, tangan kanan, tangan kiri, perut, punggung dan kaki. Tujuan mengoleskan anak pisang tadi untuk mencuci kalau ada gangguan makhluk halus. Kalau kita bersalah dengan manusia, kita bisa minta maaf. Tapi kalau dengan makhluk halus, minta maafnya melalui obat anak pisang,” ungkapnya.
Ida menerangkan menurut kepercayaan masyarakat setempat, kalau ada batang yang melintang di jalan harus dibuang terlebih dahulu, setelah itu baru bisa dilewati. Artinya, kalau ada gangguan makhluk halus harus dibersihkan dulu dengan anak pisang oleh dukun kampung.
”Anak pisang hanyalah perantara, tapi tetap yang menyembuhkan Allah,” tandasnya.
Ida menyebut ramuan yang digunakan dalam tradisi pengobatan anak pisang terdiri dari satu batang anak pisang, beras tujuh butir, kunyit satu batang dan air secukupnya. Ia menambahkan pisang yang digunakan untuk pengobatan tradisional ini pisang lidi dan pisang batu- batu.
”Obat ini dipakai selama 3 hari, setelah itu dibuang,” ujarnya.

Seorang pasien yang sedang sakit diobati dengan meniupkan racikan anak pisang ke keningnya. Dokumentasi AMAN
Pohon Pisang Menjadi Langka
Ida menuturkan seiring banyaknya orang yang berobat tradisional menggunakan anak pisang, kini pohon pisang di Kenegerian Kuntu sudah mulai punah dan langka. Sebab belum sempat tumbuh, pohon pisangnya sudah dipotong.
Ia mengatakan kalau anak pisang tidak ada, pengobatan tradisional hanya dengan menggunakan kunyit, air dan beras.
”Itu sudah cukup sebagi pengganti anak pisang yang sudah langka,” katanya sembari menerangkan bagi yang berobat dengannya tidak dipatok biaya, sesuai kesanggupan masing-masing. (apg)
***
Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Kampar, Riau