Seoul 5 Desember 2013. Konferensi Regional The World Association of Community Radio Broadcasters (AMARC) ke-III yang dilaksanakan pada tanggal 2-5 Desember 2013 lalu di Seoul-Korea Selatan, diikuti peserta sebanyak 103 pegiat radio komunitas dari berbagai negara, Australia, Afghanistan, Argentina, Bangladesh, Butan, Kamboja, Canada, Philipina, Chili, China, Fiji, Perancis, India, Indonesia, Jepang, Myanmar, Nepal, Solomon Island, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Switzerland, Thailand dan Timor Leste. Tema yang diambil pada konfrensi ke-tiga tahun ini adalah: Radio, Hak-hak dan Pengakuan : Radio Komunitas untuk pemberdayaan masyarakat. Dalam konferensi ini para pegiat radio komunitas saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan radio komunitas di wilayahnya masing-masing. Selain membahas tentang advokasi undang-undang penyiaran, area jangkauan untuk radio komunitas, peningkatan kapasitas dan peran perempuan dalam radio komunitas, dibahas juga tentang gerakan masyarakat adat dalam radio komunitas khususnya hak-hak masyarakat adat. Ada enam negara wakil dari radio komunitas masyarakat adat ikut berperan dalam konferensi tahun ini, yaitu dari Indonesia, Pilipina, Kamboja, Australia, Nepal dan Chili. Isu tentang masyarakat adat semakin menarik bagi pegiat rakom dari negara lain, karena dalam pembahasannya, pegiat radio komunitas yang bergerak pada isu masyarakat adat mengharapkan agar dalam struktur dan program AMAR, ada keterwakilan dari radio komunitas masyarakat adat. Untuk itu, pegiat radio komunitas masyarakat adat membuat resolusi dan berharap agar presiden AMARC yang terpilih nantinya dapat memperhatikan poin-poin yang dituangkan dalam Resolution for Indigenous Peoples (IP) Radio Representative to AMARC-AP ( ResolusiKeterwakilan Radio MasyarakatAdatdalam AMARC-AP) Resolution for Indigenous Peoples (IP) Radio Representative to AMARC-AP Whereas;

  • Indigenous Peoples’ (IP) radio play important role in the assertion of IP rights; in the promotion of IPculture and in the preservation of IP languages ;
  • IP radio is a channel for free, informed and prior consent (FPIC) and other similar mechanisms for decision making on projects and programs that affects IP communities ;
  • IP radio serves as a forum on climate change and the role of IP communities as stewards of Mother Earth;
  • IP radio celebrates IP music and oral tradition/literature;
  • IP women and elders are engaged in the management and operation of community radio; and
  • IP radio in Asia- Pacific enhance the diversity of Community Radio in Asia –Pacific;
Resolve therefore for AMARC-AP to create a position and mechanism for the representation of IP Radio in the AMARC-AP structure ; and resolve further to support and coordinate projects and programs that seeks to expand and strengthen IP radio in Asia and the Pacific Region. Endorsed by Seconded by: Mary Carling RadyoSagada, Philippines